Motivasi Pendidikan
konsultan Pendidikan /Suwito
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas
rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada
waktunya. Adapun judul dari makalah
ini adalah “Materi Presentasi dan Esai”.
Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terimah kasih
kepada dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah memberikan tugas terhadap
kami. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu
dalam penyusunan makalah ini. Tentunya
makalah ini tidak akan bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari berbagai
pihak.
Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa
masih terdapat kekurangan baik dari penyusunan hingga tata bahasa penyampaian
dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami dengan rendah hati menerima kritik dan
saran dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini. Kami berharap
semoga makalah yang kami susun ini memberikan manfaat dan juga inspirasi bagi
pembaca.
Sidoarjo, 16 Oktober 2021
Penyusun
KATA
PENGANTAR.................................................................................... i
DAFTAR
ISI................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
1.1.1
Latar
Belakang ....................................................................... 1
1.1.2
Rumusan
Masalah................................................................. 2
1.1.3
Tujuan
Penulisan................................................................... 2
1.1.4
Metode
Penulisan.................................................................. 3
BAB
II PEMBAHASAN ............................................................................... 4
2.2.1
Pengertian
Presentasi dan Esai........................................... 4
2.2.2
Tujuan
dan Manfaat Presentasi dan Esai......................... 5
2.2.3
Jenis-jenis
Presentasi dan Esai.......................................... 10
2.2.4
Syarat
Presentasi.................................................................. 14
2.2.5
Teknik
Presentasi................................................................ 15
2.2.6
Karateristik
Esai................................................................... 17
2.2.7
Struktur
Esai......................................................................... 18
2.2.8
Langkah-langkah
Pembuatan Esai................................... 18
BAB
III PENUTUP...................................................................................... 20
1.3.1
Kesimpulan........................................................................... 20
1.3.2
Saran
...................................................................................... 20
DAFTAR
PUSTAKA................................................................................... 21
PENDAHULUAN
1.1.1
Latar Belakang Masalah
Menurut
Erwin Sutomo “Presentasi merupakan sebuah kegiatan aktif dimana seorang pembicara
menyampaikan dan mengkomunikasikan ide serta informasi kepada sekelompok audiens”.
Presentasi lebih banyak berlaku pada dunia kampus yang dilakukan mahasiswa yang
sedang menjalani kuliah. Para mahasiswa tersebut selalu berhubungan dengan
dunia penelitian yang memerlukan adanya presentasi. Presentasi sudah menjadi
kebutuhan pokok bagi mahasiswa. Mahasiswa perlu melatih diri dalam melakukan
presentasi agar mereka mampu menyusun bahasan presentasi dengan baik,
sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan
tepat terhadap situasi apapun yang mungkin timbul saat presentasi.
Esai adalah karangan prosa yang
membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi
penulisnya. Pengarang esai disebut esais.
Sebuah esai dasar dibagi menjadi tiga bagian: pendahuluan yang berisi latar
belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang
subyek; tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek; dan terakhir adalah konklusi yang
memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh
esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek.
1.1.2
Rumusan Masalah
1. Apa pengertian presentasi dan esai?
2. Apa tujuan dan manfaat dari presentasi dan
esai?
3. Apa jenis-jenis presentasi dan esai?
4. Apa syarat yang harus dikuasai sebelum
melaksanakan presentasi?
5. Bagaimana teknik dalam presentasi?
6. Bagaimana karakteristik esai?
7. Apa struktur yang terdapat pada esai?
8. Bagaimana langkah-langkah pembuatan esai?
1.1.3
Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian presentasi dan
esai.
2. Untuk mengetahui tujuan dan manfaat dari
presentasi dan esai.
3. Untuk mengetahui jenis-jenis presentasi dan
esai.
4. Untuk mengetahui syarat yang harus dikuasai sebelum
melaksanakan presentasi.
5. Untuk mengetahui teknik dalam presentasi.
6. Untuk mengetahui karakteristik yang terdapat
pada esai.
7. Untuk mengetahui struktur yang terdapat pada
esai.
8. Untuk mengetahui langkah-langkah pembuatan
esai.
1.1.4
Metode Penulisan
Dalam
proses penyusunan makalah ini, kami mengumpulkan materi-materi yang bersumber
dari internet. Dengan mengambil materi-materi yang sesuai dengan makalah yang
kami susun.
BAB II
PEMBAHASAN
2.2.1
Pengertian Presentasi dan Esai
·
Pengertian
Presentasi
Berbicara
mengenai presentasi, ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli.
Untuk lebih memahami pengertian mengenai presentasi ini, berikut akan
dijelaskan beberapa definisi presentasi.
a.
Triwidodo dan Djoko Kristanto
“Pengertian
presentasi yaitu suatu bentuk laporan lisan mengenai suatu fakta tertentu
kepada komunikan”.
b.
Erwin Sutomo
“Presentasi
merupakan sebuah kegiatan aktif dimana seorang pembicara menyampaikan dan
mengkomunikasikan ide serta informasi kepada sekelompok audiens”.
c.
Terra C. Triwahyuni dan
Abdul Kadir
“Presentasi
merupakan kegiatan yang penting dalam mengkomunikasikan suatu gagasan kepada
orang lain dengan berbagai tujuan, misalnya untuk menarik audiensi agar membeli
produk, menggunakan jasa, atau untuk kepentingan orang lain.
Dari
beberapa pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan mengenai definisi
presentasi yaitu suatu bentuk komunikasi lisan mengenai penyampaian informasi
kepada orang lain dengan berbagai tujuan.
·
Pengertian
Esai
Esai adalah karangan prosa yang
membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi
penulisnya. Pengarang esai disebut
esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal.
Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan
seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal
pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan.
Esai adalah sebuah komposisi prosa singkat
yang mengekspresikan opini penulis tentang subyek tertentu. Sebuah esai dasar
dibagi menjadi tiga bagian: pendahuluan yang berisi latar belakang informasi
yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek; tubuh esai
yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek; dan terakhir adalah konklusi yang
memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh
esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek.
2.2.2
Tujuan
dan Manfaat Presentasi dan Esai
·
Tujuan
Presentasi
a. Menyampaikan
informasi
Banyak
pada perusahaan-perusahaan melakukan presentasi hanya bertujuan menyampaikan
berupa informasi saja. Informasi/pesan yang disampaikan bisa bersifat biasa,
penting atau bahkan rahasia. Perusahaan mengundang seseorang yang dianggap
pantas untuk menyampaikan informasi sesuai tema yang telah ditentukan. Dalam
hal ini pembicara memiliki keahlian sesuai dengan bidang dan pengalamannya.
b. Meyakinkan
pendengar
Presentasi
yang dilakukan berisikan informasi-informasi, data-data dan bukti-bukti yang
disusun secara logis sehingga informasi yang disampaikan dapat membuat
seseorang atau kelompok orang merasa yakin. Semula yang asalnya memiliki unsur
ketidakjelasan dan ketidakpastian sehingga ketika diadakan presentasi oleh
pembicara, seseorang/kelompok orang tersebut menjadi yakin atas informasi yang
diberikan.
c. Menghibur
pendengar
Pada
era globalisasi ini banyak acara-acara hiburan pada penayangan televisi. Acara
hiburan tersebut dipimpin oleh presenter yang handal, tujuannya untuk menghibur
para penonton. Prensenter dituntut untuk melakukan pembicaraan yang sifatnya
menghibur tetapi relevan dan profesional sehingga para penonton televisi dapat
menikmati acara tersebut. Selain acara televisi, acara hiburan yang lainnya
dapat kita temukan pada pesta perayaan-perayaan. Contoh: pesta perayaan
pernikahan, ulang tahun dan lain-lain. Presenter ditugaskan untuk berbicara dan
menyelipkan kata-kata yang dapat menghibur para tamu yang hadir pada pesta
perayaan tersebut.
d. Memotivasi
dan menginspirasi pendengar untuk melakukan suatu tindakan
Demi
tercapainya suatu tujuan perusahaan, seorang pimpinan dituntut untuk
mengarahkan dan membimbing para karyawannya agar dapat bekerja secara maksimal
dan tidak lupa untuk memperhatikan kualitasnya. Selain diberi arahan dan
bimbingan, pimpinan perusahaan juga dapat melakukan motivasi agar para
karyawannya dapat bekerja dengan semangat yang tinggi. Kegiatan memotivasi
tersebut dapat dilakukan dengan mengadakan suatu forum.
Forum
tersebut terdiri dari para karyawan dimana bertindak sebagai pendengar,
sedangkan yang bertindak sebagai pembicara yaitu pihak pimpinan perusahaan itu
sendiri. Pimpinan bertugas untuk menyampaikan informasi yang bersangkutan
dengan tujuan perusahaan serta memotivasinya, baik dengan cara mempromosikan
karyawan maupun kenaikan gaji karyawan.
e. Melakukan
penjualan
Tujuan
presentasi yang keempat yaitu melakukan penjualan. Hal ini bersangkutan dengan
perusahaan yang ingin mempromosikan suatu produk tertentu. Perusahaan menugaskan
kepada salah seorang atau kelompok karyawan untuk mempromosikan produknya
kepada calon pembeli. Karyawan tersebut dibekali pengetahuan mengenai produk
dan dibantu dengan alat bantu peraga untuk memudahkan penyampaian pesan.
f.
Membuat suatu ide atau
gagasan
Presentasi
yang dilakukan hanya bertujuan untuk memunculkan suatu ide/gagasan dari para
peserta pendengar. Tipe tujuan ini biasanya diterapkan pada suatu
perusahan/organisasi yang mengalami suatu masalah yang sulit untuk dipecahkan
sehingga membutuhkan pendapat/argumen orang lain untuk memecahkannya. Forum
yang dilakukan sering dikenal dengan istilah rapat. Perusahaan mengundang
peserta rapat yang dianggap penting baginya serta dapat memunculkan suatu
ide/gagasan sehingga secara tidak langsung dapat membantu suatu tujuan
perusahaan.
g. Menyentuh emosi pendengar
Tujuan
yang keenam yaitu untuk menyentuh emosi pendengar. Dalam hal ini pembicara
bertugas untuk melakukan pembicaraannya yang dapat menyentuh perasaaan/emosi
seseorang. Sebagai contoh pembicara melakukan presentasi kepada para pendengar
mengenai korban bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Presentasi yang dilakukan
pembicara membuat pendengar merasa tersentuh untuk membantu para korban bencana
dengan cara menyumbangkan sebagian hartanya.
·
Manfaat
Presentasi
1.
Sebagai bahan paparan suatu
pokok bahasan inti.
2.
Media pembantu untuk
penjabaran dari materi pelajaran sekolah atau suatu projek kerja.
3.
Kesan lebih ekslusif karena
melibatkan alat presentasi (Professional).
4.
Audience biasanya akan lebih
jelas jika disertai dengan media gambar dari presentasi itu sendiri.
5.
Memupuk mental yang ada
dalam diri si pembawa materi presentasi.
·
Tujuan
Penulisan Esai
a.
Melakukan eksplorasi atas
respon individu terhadap suatu peristiwa, keadaan ataupun ide dan gagasan tertentu
(personal essay). Contoh: tulisan tentang pengalaman pribadi tentang facebook.
b.
Mengajak pembaca untuk
meyakini opini penulis dan dapat juga untuk meyakinkan pembaca agar melakukan
suatu aksi tertentu (persuasive essay). Contoh: tulisan tentang bahaya TV untuk
anak-anak.
c.
Menjelaskan tentang
bagaimana melakukan sesuatu hal ataupun menunjukkan bagaimana sesuatu bekerja
(how-to essay).
c.Contoh:
tulisan tentang bagaimana cara menggunakan Internet untuk proses belajar.
d.
Membandingkan dan
mengkontraskan dua atau lebih ide, peristiwa, literatur atau hal lainnya
(compare-and-contrast essay). Contoh: tulisan tentang keuntungan dan kelebihan
belajar dengan basis PBL.
e.
Menunjukkan tentang
bagaimana suatu sebab akan menimbulkan dampak tertentu (cause-and-effect
essay). Contoh: tulisan tentang manfaat yang akan dirasakan jika keseimbangan
alam terjaga
f.
Mendeskripsikan suatu
permasalahan dan menawarkan solusinya (problem-and-solution essay).
f.Contoh:
tulisan tentang masalah-masalah yang timbul di era pasar bebas dan solusinya.
2.2.3
Jenis-Jenis
Presentasi dan Esai
·
Jenis-Jenis
Presentasi
a.
Presentasi Dadakan
(Impromptu)
Pembicaraan impromptu merupakan jenis
presentasi yang dilakukan secara mendadak tanpa persiapan apapun. Dalam hal ini
pembicara ditunjuk langsung untuk menyampaikan informasi kepada para pendengar,
tanpa melakukan persiapan segala sesuatunya, baik itu mengenai tema pembicaraan
maupun alat bantu yang digunakan, sehingga perasaan pembicara akan mengejutkan.
Ø Kelebihan:
1.
Informasi yang disampaikan
sesuai dengan perasaan pembicara yang sesungguhnya.
2.
Kata atau suara yang keluar
merupakan hasil spontanitas.
3.
Membuat pembicara terus
berpikir selama menyampaikan informasi.
Ø Kelemahan:
1.
Informasi yang disampaikan
tersendat-sendat, karena membutuhkan waktu untuk berpikir dan mengolah kata.
2.
Tidak berurutan/sistematis
dalam penyampaiannya, karena secara mendadak untuk menyampaikan informasi.
3.
Terjadi demam panggung,
karena belum ada persiapan apapun mengenai apa yang harus disampaikan.
b.
Presentasi Naskah
(Manuscript)
Presentasi naskah merupakan jenis
presentasi dimana dalam menyampaikan informasinya, seorang pembicara
melakukannya dengan membaca naskah. Tidak sedikit orang dalam menyampaikan
informasi menggunakan naskah berupa teks. Setiap kata-kata yang keluar
merupakan hasil dari sebuah naskah, pembicara melupakan tugasnya yang utama
yaitu melakukan kontak mata dengan pendengar. Jadi dapat dikatakan pembicara
bukan menyampaikan pidato, tetapi membacakan naskah pidato.
Ø Kelebihan:
1.
Penyampaian dilakukan secara
berurut/sistematis.
2.
Kata yang keluar diungkapkan
secara baik dan benar.
3.
Tidak terjadi kesalahan dalam penyampaiannya.
Ø Kelemahan:
1.
Pendengar akan merasa bosan
dalam mendengarkannya.
2.
Bagi pendengar tidak
termotivasi untuk mendengarkannya.
3.
Tidak menarik dalam menyampaikan
informasinya.
4.
Terlalu sibuk akan membaca
naskah sehingga tidak melakukan kontak mata dengan pendengar seolah-olah acuh
tak acuh terhadap pendengar.
c.
Presentasi Hafalan
(Memoriter)
Jenis presentasi yang dilakukan
menghapal dari teks yang telah disediakan. Berbeda dengan jenis manuscript,
memoriter tidak menggunakan naskah dalam penyampaiannya, pembicara hanya
melakukan persiapannya dengan menghafal dari teks dimana isinya mengenai
informasi yang akan disampaikan. Kelebihan dan kelemahannya hampir sama dengan
manuscript. Jenis ini sangat buruk untuk dilakukan, karena apabila melupakan
kata-kata dari naskah maka presentasi yang dilakukan akan terjadi kegagalan.
d.
Presentasi Ekstempore
Jenis Ekstempore merupakan jenis
presentasi yang paling baik untuk dilakukan dibanding jenis lainnya. Pembicara
mempersiapkan materi dengan garis besarnya saja, kemudian pada saat presentasi
akan dijabarkan secara mendetail.
Ø Kelebihan:
1.
Pembicara dapat menyampaikan
informasi secara jelas, karena ada persiapan sebelumnya.
2.
Dapat menyampaikan secara
sistematis/berurutan.
3.
Kemungkinan besar pembicara
dalam menyampaikannya menarik perhatian pendengar, karena tidak berpedoman
kepada naskah ataupun hafalan, tetapi tidak melenceng dari garis besar materi.
4.
Lebih leluasa dalam penyampaiannya.
5.
Pembicara dapat melakukan
kontak mata dengan pendengar, sehingga akan terlihat apakah pesan yang
disampaikan menarik atau tidak.
Ø Kelemahan:
1.
Perlu memiliki wawasan yang
cukup mengenai tema yang akan dibicarakan,
2.
Membutuhkan waktu yang lama
dalam persiapan presentasi.
3.
Bagi pemula, sulit untuk
dilakukannya karena membutuhkan keahlian dan pengalaman yang cukup.
·
Jenis-Jenis
Esai
Berikut ini terdapat beberapa
jenis-jenis esai, terdiri atas:
a.
Esai Deskriptif
Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau
objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan
sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya.
b.
Esai Tajuk
Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat
kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan
pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu
dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini
pembaca. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.
c.
Esai Cukilan Watak
Esai ini memperbolehkan seorang penulis
membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para
pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis
terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan
biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak
pribadi tersebut.
d.
Esai Pribadi
Hampir sama dengan esai cukilan watak.
Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya
sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan
kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir
tentang dirinya sendiri.
e.
Esai Reflektif
Esai reflektif ditulis secara formal
dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan
hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya
kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada
para cendekiawan.
f.
Esai Kritik
Dalam esai kritik penulis memusatkan
diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung,
teater, kesusasteraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional,
pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini
membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang
karya seni. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.
2.2.4
Syarat
Presentasi
1.
Menguasai materi dan bahasa
dengan baik.
2.
Mempunyai keberanian.
3.
Memiliki ketenangan sikap.
4.
Sanggup menampilkan gagasan
secara lancar dan teratur.
5.
Sanggup mengadakan reaksi
yang cepat dan tepat terhadap situasi apapun yang mungkin timbul saat
presentasif.
6.
Memperlihatkan sikap yang
tidak kaku dan tidak canggung.
2.2.5
Teknik
Presentasi
a.
Prinsip Motivasi
Ada beberapa cara agar seseorang
termotivasi untuk mendengarkan sesuatu hal, diantaranya dengan menggunakan
prinsip 5W1H.
1.
What, apa yang dibicarakan?
2.
Who, siapa yang diajak
berbicara?
3.
When, kapan seorang
pembicara itu melakukan pembicaraan?
4.
Where, dimana seorang
pembicara melakukan pembicaraan?
5.
Why, mengapa ia melakukan
pembicaraan?
6.
How, bagaimana ia cara
melakukan pembicaraan?
b.
Prinsip Perhatian
Pendengar akan memperhatikan pembicara
apabila yang dibicarakan itu bersifat menarik. Dengan kata lain pendengar akan
mempunyai minat mendengarkan apabila pembicara dalam menyampaikan informasinya
melakukan sesuatu hal yang menarik, baik itu bersifat aneh, lucu, sesuai
kebutuhan dan bersifat menegur.
c.
Prinsip Kegunaan
Prinsip ini menghendaki pembicara untuk
menentukan terlebih dahulu kegunaan dari uraian ceramah yang akan disampaikan.
Hal ini bertujuan agar pendengar tidak mempunyai rasa penasaran, mengapa
seorang pembicara menyampaikan informasi tersebut kepada pendengar.
d.
Prinsip Keindraan
Prinsip ini menghendaki seorang
pembicara untuk menggunakan alat yang berhubungan dengan panca indera dalam
melakukan pembicaraan atau presentasi. Alat peraga berfungsi untuk
memperkenalkan topik pembicaraan dengan dibantu oleh peragaan-peragaan visual
lainnya. Hal ini membantu pembicara dalam mengatakan suatu hal atau kata demi
kata. Contoh alat peraga yang sering digunakan pada waktu presentasi yaitu: OHP
(Overhead Projector), slide, video, tape, grafik, gambar, brosur dan lain-lain.
e.
Prinsip Ulangan
Prinsip ini mengharuskan pembicara untuk
mengulang kembali materi yang diutarakan, hal ini supaya pendengar lebih mudah
mengingat apa yang disampaikan. Prinsip ulangan ini biasanya menekankan suatu
topik/maksud yang penting dari isi presentasi. Oleh karena itu, agar informasi
yang penting dari suatu presentasi dapat ditangkap dan mudah dimengerti,
hendaknya seorang pembicara mengungkapkannya secara berulang-ulang.
f.
Prinsip Pengertian
Ketika mempresentasikan suatu hal,
seorang pembicara dalam menyampaikan informasi perlu menggunakan bahasa yang
mudah dimengerti oleh para pendengar. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam
menangkap informasi yang diberikan kepada para pendengar. Oleh karena itu,
ketika ada pembicaraan yang kurang dimengerti oleh pendengar hendaknya diperjelas
atau diberi pengertian.
2.2.6
Karakteristik
Esai
Secara
umum sebuah karya dapat digolongkan ke dalam esai yaitu apabila memiliki
karakteristik sebagai berikut:
a.
Berbentuk prosa, artinya
dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan
figuratif.
b.
Singkat, maksudnya dapat
dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
c.
Memiliki gaya pembeda.
Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang
membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
d.
Selalu tidak utuh, artinya
penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang
hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada
para pembaca.
e.
Memenuhi kebutuhan
penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki
kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan,
pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan
kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak
membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.
f.
Mempunyai nada pribadi atau
bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain
adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan
penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan
dugaannya kepada pembaca.
2.2.7
Struktur
Esai
Untuk
menulis esai yang baik, terdapat susunan atau struktur dari eai yang harus
diperhatikan penulis. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1.
Pendahuluan
Di dalam pendahuluan, kita dapat
mengungkapkan topik atau tema yang akan dibahas dalam keseluruhan esai.
Unsur-unsur yang ada di dalam pendahuluan adalah latar belakang dan pendapat
pribadi penulis mengenai tema yang akan dibahas secara lebih jelas dan detil
pada bagian selanjutnya. Pendahuluan menjadi pengantar pembaca untuk memahami
topic yang akan dibahas sehingga pembaca lebih mudah menelaah isi esai.
2.
Isi atau Pembahasan
Isi atau pembahasan adalah bagian dari
esai yang menjelaskan tema/topic tulisan secara lebih detil. Di dalam isi,
penulis menjabarkan pendapatnya secara kronologis atau urut sesuai dengan ide
yang disusun dalam kerangka sehingga esai menjadi koheren.
3.
Kesimpulan atau Penutup
Kesimpulan adalah bagian terakhir dalam
esai. dal Bagian ini berisi kalimat yang merangkum atau menyimpulkan apa yang
sudah disampaikan di pendahuluan dan pembahasan. Kesimpulan tidak boleh melebar
ke topik lain.
2.2.8
Langkah-Langkah
Pembuatan Esai
Berikut
ini terdapat beberapa langkah pembuatan esai, terdiri atas:
1.
Menentukan tema atau topik.
Menentukan tema atau topik yang ingin
dibicarakan dalam sebuah esai dan dituangkan menjadi sebuah gagasan pokok
berupa satu kalimat lengkap, dimana gagasan pokok merupakan pandangan atau
pendirian mengenai topik yang dipilih.
2.
Membuat outline atau garis
besar ide-ide yang akan dibahas.
Tujuan dari pembuatan outline adalah
meletakkan ide-ide tentang topik dalam naskah dalam sebuah format yang
terorganisir. Kemudian menuuliskan garis
besar ide tentang topik yang dimaksud.
3.
Menuliskan pendapat penulis
dengan kalimat yang singkat dan jelas.
4.
Menulis tubuh esai.
Dimulai dengan memilah poin-poin penting
yang akan dibahas, kemudian membuat beberapa subtema pembahasan agar lebih
memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan penulis, selanjutnya
mengembangkan subtema yang telah dibuat sebelumnya.
5.
Membuat paragraf pertama
yang sifatnya sebagai pendahuluan.
6.
Menuliskan kesimpulan.
Ini penting karena untuk membentuk opini
pembaca harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan penulis. Karena
memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di
media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
BAB III
PENUTUP
3.3.1
Kesimpulan
Pengertian presentasi menurut Erwin
Sutomo “Presentasi merupakan sebuah kegiatan aktif dimana seorang pembicara
menyampaikan dan mengkomunikasikan ide serta informasi kepada sekelompok audiens”. Sebelum melaksanakan presentasi,
hendaknya harus menguasai syarat presentasi diantaranya: menguasai materi dan
bahasa dengan baik, memiliki ketenangan sikap, sanggup menampilkan gagasan
secara lancar dan teratur.
Pengertian esai merupakan karangan
prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang
pribadi penulisnya. Sebuah esai dibagi menjadi tiga struktur: pendahuluan, isi
atau pembahasan, dan kesimpulan atau penutup.
3.3.2
Saran
Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari masih jauh
dari kesempurnaan, masih banyak terdapat kesalahan-kesalahan, baik dalam segi
bahasa, materi, dan penyusunannya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan
kritik, saran, dan masukan yang dapat membangun penulisan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Dosen
Pendidikan. 2021. Presentasi Adalah - Pengertian, Tujuan, Manfaat, Macam, dan
Jenis.
https://www.dosenpendidikan.co.id/presentasi-adalah/,
diakses pada 16 Oktober 2021
Setiawan,
Samhis. 2021. Presentasi - Fungsi, Tujuan, Jenis, Teknik, Pengertian, Dasar.
https://www.gurupendidikan.co.id/presentasi/,
diakses pada 16 Oktober 2021
Devi.
2020. Contoh Essay serta Cara Membuatnya.
https://tambahpinter.com/contoh-essay,
diakses pada 17 Oktober 2021
Dosen
Pendidikan. 2021. Esai - Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur, Bahasa, Langkah dan
Contoh.
https://www.dosenpendidikan.co.id/contoh-esai/,
diakses pada 17 Oktober 2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar