Selasa, 02 November 2021

MATERI PRESENTASI/ESAI

Motivasi Pendidikan 

konsultan Pendidikan /Suwito

KATA PENGANTAR

 

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Adapun judul dari makalah ini adalah “Materi Presentasi dan Esai”.

            Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terimah kasih kepada dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah memberikan tugas terhadap kami. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam penyusunan makalah ini. Tentunya makalah ini tidak akan bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak.

            Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan baik dari penyusunan hingga tata bahasa penyampaian dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami dengan rendah hati menerima kritik dan saran dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini. Kami berharap semoga makalah yang kami susun ini memberikan manfaat dan juga inspirasi bagi pembaca.                                                                               

                                                                                              

                                                                                                      Sidoarjo, 16 Oktober 2021

 

 

                                                                                                                                                                                                                                            Penyusun


 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................... i        

DAFTAR ISI................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1

1.1.1                    Latar Belakang ....................................................................... 1

1.1.2                    Rumusan Masalah................................................................. 2

1.1.3                    Tujuan Penulisan................................................................... 2

1.1.4                    Metode Penulisan.................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................... 4

2.2.1                    Pengertian Presentasi dan Esai........................................... 4

2.2.2                    Tujuan dan Manfaat Presentasi dan Esai......................... 5

2.2.3                    Jenis-jenis Presentasi dan Esai.......................................... 10

2.2.4                    Syarat Presentasi.................................................................. 14     

2.2.5                    Teknik Presentasi................................................................ 15

2.2.6                    Karateristik Esai................................................................... 17

2.2.7                    Struktur Esai......................................................................... 18

2.2.8                    Langkah-langkah Pembuatan Esai................................... 18

BAB III PENUTUP...................................................................................... 20

1.3.1                    Kesimpulan........................................................................... 20

1.3.2                    Saran ...................................................................................... 20

DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 21



BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.1        Latar Belakang Masalah

            Menurut Erwin Sutomo “Presentasi merupakan sebuah kegiatan aktif dimana seorang pembicara menyampaikan dan mengkomunikasikan ide serta informasi kepada sekelompok audiens”. Presentasi lebih banyak berlaku pada dunia kampus yang dilakukan mahasiswa yang sedang menjalani kuliah. Para mahasiswa tersebut selalu berhubungan dengan dunia penelitian yang memerlukan adanya presentasi. Presentasi sudah menjadi kebutuhan pokok bagi mahasiswa. Mahasiswa perlu melatih diri dalam melakukan presentasi agar mereka mampu menyusun bahasan presentasi dengan baik, sanggup  mengadakan reaksi yang cepat dan tepat terhadap situasi apapun yang mungkin timbul saat presentasi.

            Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang  esai disebut esais. Sebuah esai dasar dibagi menjadi tiga bagian: pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek; tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang  subyek; dan terakhir adalah konklusi yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek.

 

 

1.1.2        Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian presentasi dan esai?

2.      Apa tujuan dan manfaat dari presentasi dan esai?

3.      Apa jenis-jenis presentasi dan esai?

4.      Apa syarat yang harus dikuasai sebelum melaksanakan presentasi?

5.      Bagaimana teknik dalam presentasi?

6.      Bagaimana karakteristik esai?

7.      Apa struktur yang terdapat pada esai?

8.      Bagaimana langkah-langkah pembuatan esai?

 

1.1.3        Tujuan Penulisan

1.      Untuk mengetahui pengertian presentasi dan esai.

2.      Untuk mengetahui tujuan dan manfaat dari presentasi dan esai.

3.      Untuk mengetahui jenis-jenis presentasi dan esai.

4.      Untuk mengetahui syarat yang harus dikuasai sebelum melaksanakan presentasi.

5.      Untuk mengetahui teknik dalam presentasi.

6.      Untuk mengetahui karakteristik yang terdapat pada esai.

7.      Untuk mengetahui struktur yang terdapat pada esai.

8.      Untuk mengetahui langkah-langkah pembuatan esai.

 

1.1.4        Metode Penulisan

            Dalam proses penyusunan makalah ini, kami mengumpulkan materi-materi yang bersumber dari internet. Dengan mengambil materi-materi yang sesuai dengan makalah yang kami susun.


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.2.1        Pengertian Presentasi dan Esai

·         Pengertian Presentasi

Berbicara mengenai presentasi, ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli. Untuk lebih memahami pengertian mengenai presentasi ini, berikut akan dijelaskan beberapa definisi presentasi.

a.      Triwidodo dan Djoko Kristanto

“Pengertian presentasi yaitu suatu bentuk laporan lisan mengenai suatu fakta  tertentu  kepada  komunikan”.

b.      Erwin Sutomo

“Presentasi merupakan sebuah kegiatan aktif dimana seorang pembicara menyampaikan dan mengkomunikasikan ide serta informasi kepada sekelompok audiens”.

c.       Terra C. Triwahyuni dan Abdul Kadir

“Presentasi merupakan kegiatan yang penting dalam mengkomunikasikan suatu gagasan kepada orang lain dengan berbagai tujuan, misalnya untuk menarik audiensi agar membeli produk, menggunakan jasa, atau untuk kepentingan orang lain.

Dari beberapa pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan mengenai definisi presentasi yaitu suatu bentuk komunikasi lisan mengenai penyampaian informasi kepada orang lain dengan berbagai tujuan.

·         Pengertian Esai

            Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang  esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan.

            Esai adalah sebuah komposisi prosa singkat yang mengekspresikan opini penulis tentang subyek tertentu. Sebuah esai dasar dibagi menjadi tiga bagian: pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek; tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang  subyek; dan terakhir adalah konklusi yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek.

 

2.2.2        Tujuan dan Manfaat Presentasi dan Esai

·         Tujuan Presentasi

a.       Menyampaikan informasi

Banyak pada perusahaan-perusahaan melakukan presentasi hanya bertujuan menyampaikan berupa informasi saja. Informasi/pesan yang disampaikan bisa bersifat biasa, penting atau bahkan rahasia. Perusahaan mengundang seseorang yang dianggap pantas untuk menyampaikan informasi sesuai tema yang telah ditentukan. Dalam hal ini pembicara memiliki keahlian sesuai dengan bidang dan pengalamannya.

b.       Meyakinkan pendengar

Presentasi yang dilakukan berisikan informasi-informasi, data-data dan bukti-bukti yang disusun secara logis sehingga informasi yang disampaikan dapat membuat seseorang atau kelompok orang merasa yakin. Semula yang asalnya memiliki unsur ketidakjelasan dan ketidakpastian sehingga ketika diadakan presentasi oleh pembicara, seseorang/kelompok orang tersebut menjadi yakin atas informasi yang diberikan.

c.       Menghibur pendengar

Pada era globalisasi ini banyak acara-acara hiburan pada penayangan televisi. Acara hiburan tersebut dipimpin oleh presenter yang handal, tujuannya untuk menghibur para penonton. Prensenter dituntut untuk melakukan pembicaraan yang sifatnya menghibur tetapi relevan dan profesional sehingga para penonton televisi dapat menikmati acara tersebut. Selain acara televisi, acara hiburan yang lainnya dapat kita temukan pada pesta perayaan-perayaan. Contoh: pesta perayaan pernikahan, ulang tahun dan lain-lain. Presenter ditugaskan untuk berbicara dan menyelipkan kata-kata yang dapat menghibur para tamu yang hadir pada pesta perayaan tersebut.

d.       Memotivasi dan menginspirasi pendengar untuk melakukan suatu tindakan

Demi tercapainya suatu tujuan perusahaan, seorang pimpinan dituntut untuk mengarahkan dan membimbing para karyawannya agar dapat bekerja secara maksimal dan tidak lupa untuk memperhatikan kualitasnya. Selain diberi arahan dan bimbingan, pimpinan perusahaan juga dapat melakukan motivasi agar para karyawannya dapat bekerja dengan semangat yang tinggi. Kegiatan memotivasi tersebut dapat dilakukan dengan mengadakan suatu forum.

Forum tersebut terdiri dari para karyawan dimana bertindak sebagai pendengar, sedangkan yang bertindak sebagai pembicara yaitu pihak pimpinan perusahaan itu sendiri. Pimpinan bertugas untuk menyampaikan informasi yang bersangkutan dengan tujuan perusahaan serta memotivasinya, baik dengan cara mempromosikan karyawan maupun kenaikan gaji karyawan.

e.       Melakukan penjualan

Tujuan presentasi yang keempat yaitu melakukan penjualan. Hal ini bersangkutan dengan perusahaan yang ingin mempromosikan suatu produk tertentu. Perusahaan menugaskan kepada salah seorang atau kelompok karyawan untuk mempromosikan produknya kepada calon pembeli. Karyawan tersebut dibekali pengetahuan mengenai produk dan dibantu dengan alat bantu peraga untuk memudahkan penyampaian pesan.

f.        Membuat suatu ide atau gagasan

Presentasi yang dilakukan hanya bertujuan untuk memunculkan suatu ide/gagasan dari para peserta pendengar. Tipe tujuan ini biasanya diterapkan pada suatu perusahan/organisasi yang mengalami suatu masalah yang sulit untuk dipecahkan sehingga membutuhkan pendapat/argumen orang lain untuk memecahkannya. Forum yang dilakukan sering dikenal dengan istilah rapat. Perusahaan mengundang peserta rapat yang dianggap penting baginya serta dapat memunculkan suatu ide/gagasan sehingga secara tidak langsung dapat membantu suatu tujuan perusahaan.

g.        Menyentuh emosi pendengar

Tujuan yang keenam yaitu untuk menyentuh emosi pendengar. Dalam hal ini pembicara bertugas untuk melakukan pembicaraannya yang dapat menyentuh perasaaan/emosi seseorang. Sebagai contoh pembicara melakukan presentasi kepada para pendengar mengenai korban bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Presentasi yang dilakukan pembicara membuat pendengar merasa tersentuh untuk membantu para korban bencana dengan cara menyumbangkan sebagian hartanya.

 

·         Manfaat Presentasi

1.      Sebagai bahan paparan suatu pokok bahasan inti.

2.      Media pembantu untuk penjabaran dari materi pelajaran sekolah atau suatu projek kerja.

3.      Kesan lebih ekslusif karena melibatkan alat presentasi (Professional).

4.      Audience biasanya akan lebih jelas jika disertai dengan media gambar dari presentasi itu sendiri.

5.      Memupuk mental yang ada dalam diri si pembawa materi presentasi.

 

·         Tujuan Penulisan Esai

a.      Melakukan eksplorasi atas respon individu terhadap suatu peristiwa, keadaan ataupun ide dan gagasan tertentu (personal essay). Contoh: tulisan tentang pengalaman pribadi tentang facebook.

b.      Mengajak pembaca untuk meyakini opini penulis dan dapat juga untuk meyakinkan pembaca agar melakukan suatu aksi tertentu (persuasive essay). Contoh: tulisan tentang bahaya TV untuk anak-anak.

c.       Menjelaskan tentang bagaimana melakukan sesuatu hal ataupun menunjukkan bagaimana sesuatu bekerja (how-to essay).

c.Contoh: tulisan tentang bagaimana cara menggunakan Internet untuk proses belajar.

d.     Membandingkan dan mengkontraskan dua atau lebih ide, peristiwa, literatur atau hal lainnya (compare-and-contrast essay). Contoh: tulisan tentang keuntungan dan kelebihan belajar dengan basis PBL.

e.      Menunjukkan tentang bagaimana suatu sebab akan menimbulkan dampak tertentu (cause-and-effect essay). Contoh: tulisan tentang manfaat yang akan dirasakan jika keseimbangan alam terjaga

f.        Mendeskripsikan suatu permasalahan dan menawarkan solusinya (problem-and-solution essay).

f.Contoh: tulisan tentang masalah-masalah yang timbul di era pasar bebas dan solusinya.

 

2.2.3        Jenis-Jenis Presentasi dan Esai

·         Jenis-Jenis Presentasi

a.      Presentasi Dadakan (Impromptu)

Pembicaraan impromptu merupakan jenis presentasi yang dilakukan secara mendadak tanpa persiapan apapun. Dalam hal ini pembicara ditunjuk langsung untuk menyampaikan informasi kepada para pendengar, tanpa melakukan persiapan segala sesuatunya, baik itu mengenai tema pembicaraan maupun alat bantu yang digunakan, sehingga perasaan pembicara akan mengejutkan.

Ø  Kelebihan:

1.      Informasi yang disampaikan sesuai dengan perasaan pembicara yang sesungguhnya.

2.      Kata atau suara yang keluar merupakan hasil spontanitas.

3.      Membuat pembicara terus berpikir selama menyampaikan informasi.

Ø  Kelemahan:

1.      Informasi yang disampaikan tersendat-sendat, karena membutuhkan waktu untuk berpikir dan mengolah kata.

2.      Tidak berurutan/sistematis dalam penyampaiannya, karena secara mendadak untuk menyampaikan informasi.

3.      Terjadi demam panggung, karena belum ada persiapan apapun mengenai apa yang harus disampaikan.

b.      Presentasi Naskah (Manuscript)

Presentasi naskah merupakan jenis presentasi dimana dalam menyampaikan informasinya, seorang pembicara melakukannya dengan membaca naskah. Tidak sedikit orang dalam menyampaikan informasi menggunakan naskah berupa teks. Setiap kata-kata yang keluar merupakan hasil dari sebuah naskah, pembicara melupakan tugasnya yang utama yaitu melakukan kontak mata dengan pendengar. Jadi dapat dikatakan pembicara bukan menyampaikan pidato, tetapi membacakan naskah pidato.

Ø  Kelebihan:

1.      Penyampaian dilakukan secara berurut/sistematis.

2.      Kata yang keluar diungkapkan secara baik dan benar.

3.       Tidak terjadi kesalahan dalam penyampaiannya.

Ø  Kelemahan:

1.      Pendengar akan merasa bosan dalam mendengarkannya.

2.      Bagi pendengar tidak termotivasi untuk mendengarkannya.

3.      Tidak menarik dalam menyampaikan informasinya.

4.      Terlalu sibuk akan membaca naskah sehingga tidak melakukan kontak mata dengan pendengar seolah-olah acuh tak acuh terhadap pendengar.

c.       Presentasi Hafalan (Memoriter)

Jenis presentasi yang dilakukan menghapal dari teks yang telah disediakan. Berbeda dengan jenis manuscript, memoriter tidak menggunakan naskah dalam penyampaiannya, pembicara hanya melakukan persiapannya dengan menghafal dari teks dimana isinya mengenai informasi yang akan disampaikan. Kelebihan dan kelemahannya hampir sama dengan manuscript. Jenis ini sangat buruk untuk dilakukan, karena apabila melupakan kata-kata dari naskah maka presentasi yang dilakukan akan terjadi kegagalan.

d.      Presentasi Ekstempore

Jenis Ekstempore merupakan jenis presentasi yang paling baik untuk dilakukan dibanding jenis lainnya. Pembicara mempersiapkan materi dengan garis besarnya saja, kemudian pada saat presentasi akan dijabarkan secara mendetail.

Ø  Kelebihan:

1.      Pembicara dapat menyampaikan informasi secara jelas, karena ada persiapan sebelumnya.

2.      Dapat menyampaikan secara sistematis/berurutan.

3.      Kemungkinan besar pembicara dalam menyampaikannya menarik perhatian pendengar, karena tidak berpedoman kepada naskah ataupun hafalan, tetapi tidak melenceng dari garis besar materi.

4.      Lebih leluasa dalam penyampaiannya.

5.      Pembicara dapat melakukan kontak mata dengan pendengar, sehingga akan terlihat apakah pesan yang disampaikan menarik atau tidak.

Ø  Kelemahan:

1.      Perlu memiliki wawasan yang cukup mengenai tema yang akan dibicarakan,

2.      Membutuhkan waktu yang lama dalam persiapan presentasi.

3.      Bagi pemula, sulit untuk dilakukannya karena membutuhkan keahlian dan pengalaman yang cukup.

 

·         Jenis-Jenis Esai

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis esai, terdiri atas:

a.       Esai Deskriptif

Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya.

b.      Esai Tajuk

Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini pembaca. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.

c.       Esai Cukilan Watak

Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.

d.     Esai Pribadi

Hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.

e.      Esai Reflektif

Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.

f.        Esai Kritik

Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.

 

2.2.4        Syarat Presentasi

1.      Menguasai materi dan bahasa dengan baik.

2.      Mempunyai keberanian.

3.      Memiliki ketenangan sikap.

4.      Sanggup menampilkan gagasan secara lancar dan teratur.

5.      Sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat terhadap situasi apapun yang mungkin timbul saat presentasif.

6.      Memperlihatkan sikap yang tidak kaku dan tidak canggung.

 

2.2.5        Teknik Presentasi

a.      Prinsip Motivasi

Ada beberapa cara agar seseorang termotivasi untuk mendengarkan sesuatu hal, diantaranya dengan menggunakan prinsip 5W1H.

1.      What, apa yang dibicarakan?

2.      Who, siapa yang diajak berbicara?

3.      When, kapan seorang pembicara itu melakukan pembicaraan?

4.      Where, dimana seorang pembicara melakukan pembicaraan?

5.      Why, mengapa ia melakukan pembicaraan?

6.      How, bagaimana ia cara melakukan pembicaraan?

b.      Prinsip Perhatian

Pendengar akan memperhatikan pembicara apabila yang dibicarakan itu bersifat menarik. Dengan kata lain pendengar akan mempunyai minat mendengarkan apabila pembicara dalam menyampaikan informasinya melakukan sesuatu hal yang menarik, baik itu bersifat aneh, lucu, sesuai kebutuhan dan bersifat menegur.

c.        Prinsip Kegunaan

Prinsip ini menghendaki pembicara untuk menentukan terlebih dahulu kegunaan dari uraian ceramah yang akan disampaikan. Hal ini bertujuan agar pendengar tidak mempunyai rasa penasaran, mengapa seorang pembicara menyampaikan informasi tersebut kepada pendengar.

d.     Prinsip Keindraan

Prinsip ini menghendaki seorang pembicara untuk menggunakan alat yang berhubungan dengan panca indera dalam melakukan pembicaraan atau presentasi. Alat peraga berfungsi untuk memperkenalkan topik pembicaraan dengan dibantu oleh peragaan-peragaan visual lainnya. Hal ini membantu pembicara dalam mengatakan suatu hal atau kata demi kata. Contoh alat peraga yang sering digunakan pada waktu presentasi yaitu: OHP (Overhead Projector), slide, video, tape, grafik, gambar, brosur dan lain-lain.

e.      Prinsip Ulangan

Prinsip ini mengharuskan pembicara untuk mengulang kembali materi yang diutarakan, hal ini supaya pendengar lebih mudah mengingat apa yang disampaikan. Prinsip ulangan ini biasanya menekankan suatu topik/maksud yang penting dari isi presentasi. Oleh karena itu, agar informasi yang penting dari suatu presentasi dapat ditangkap dan mudah dimengerti, hendaknya seorang pembicara mengungkapkannya secara berulang-ulang.

f.        Prinsip Pengertian

Ketika mempresentasikan suatu hal, seorang pembicara dalam menyampaikan informasi perlu menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh para pendengar. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam menangkap informasi yang diberikan kepada para pendengar. Oleh karena itu, ketika ada pembicaraan yang kurang dimengerti oleh pendengar hendaknya diperjelas atau diberi pengertian.

 

 

2.2.6        Karakteristik Esai

Secara umum sebuah karya dapat digolongkan ke dalam esai yaitu apabila memiliki karakteristik sebagai berikut:

a.      Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.

b.      Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.

c.       Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.

d.     Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.

e.      Memenuhi kebutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.

f.        Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.

 

 

 

2.2.7        Struktur Esai

Untuk menulis esai yang baik, terdapat susunan atau struktur dari eai yang harus diperhatikan penulis. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1.      Pendahuluan

Di dalam pendahuluan, kita dapat mengungkapkan topik atau tema yang akan dibahas dalam keseluruhan esai. Unsur-unsur yang ada di dalam pendahuluan adalah latar belakang dan pendapat pribadi penulis mengenai tema yang akan dibahas secara lebih jelas dan detil pada bagian selanjutnya. Pendahuluan menjadi pengantar pembaca untuk memahami topic yang akan dibahas sehingga pembaca lebih mudah menelaah isi esai.

2.      Isi atau Pembahasan

Isi atau pembahasan adalah bagian dari esai yang menjelaskan tema/topic tulisan secara lebih detil. Di dalam isi, penulis menjabarkan pendapatnya secara kronologis atau urut sesuai dengan ide yang disusun dalam kerangka sehingga esai menjadi koheren.

3.      Kesimpulan atau Penutup

Kesimpulan adalah bagian terakhir dalam esai. dal Bagian ini berisi kalimat yang merangkum atau menyimpulkan apa yang sudah disampaikan di pendahuluan dan pembahasan. Kesimpulan tidak boleh melebar ke topik lain.

 

2.2.8        Langkah-Langkah Pembuatan Esai

Berikut ini terdapat beberapa langkah pembuatan esai, terdiri atas:

1.      Menentukan tema atau topik.

Menentukan tema atau topik yang ingin dibicarakan dalam sebuah esai dan dituangkan menjadi sebuah gagasan pokok berupa satu kalimat lengkap, dimana gagasan pokok merupakan pandangan atau pendirian mengenai topik yang dipilih.

2.      Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan dibahas.

Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik dalam naskah dalam sebuah format yang terorganisir. Kemudian  menuuliskan garis besar ide tentang topik yang dimaksud.

3.      Menuliskan pendapat penulis dengan kalimat yang singkat dan jelas.

4.      Menulis tubuh esai.

Dimulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian membuat beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan penulis, selanjutnya mengembangkan subtema yang telah dibuat sebelumnya.

5.      Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan.

6.      Menuliskan kesimpulan.

Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan penulis. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.3.1        Kesimpulan

            Pengertian presentasi menurut Erwin Sutomo “Presentasi merupakan sebuah kegiatan aktif dimana seorang pembicara menyampaikan dan mengkomunikasikan ide serta informasi kepada sekelompok  audiens”. Sebelum melaksanakan presentasi, hendaknya harus menguasai syarat presentasi diantaranya: menguasai materi dan bahasa dengan baik, memiliki ketenangan sikap, sanggup menampilkan gagasan secara lancar dan teratur.

            Pengertian esai merupakan karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Sebuah esai dibagi menjadi tiga struktur: pendahuluan, isi atau pembahasan, dan kesimpulan atau penutup.

 

3.3.2        Saran

            Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari masih jauh dari kesempurnaan, masih banyak terdapat kesalahan-kesalahan, baik dalam segi bahasa, materi, dan penyusunannya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik, saran, dan masukan yang dapat membangun penulisan makalah ini.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Dosen Pendidikan. 2021. Presentasi Adalah - Pengertian, Tujuan, Manfaat, Macam, dan Jenis.

https://www.dosenpendidikan.co.id/presentasi-adalah/, diakses pada 16 Oktober 2021

Setiawan, Samhis. 2021. Presentasi - Fungsi, Tujuan, Jenis, Teknik, Pengertian, Dasar.

https://www.gurupendidikan.co.id/presentasi/, diakses pada 16 Oktober 2021

Devi. 2020. Contoh Essay serta Cara Membuatnya.

https://tambahpinter.com/contoh-essay, diakses pada 17 Oktober 2021

Dosen Pendidikan. 2021. Esai - Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur, Bahasa, Langkah dan Contoh.

https://www.dosenpendidikan.co.id/contoh-esai/, diakses pada 17 Oktober 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Proposal penelitian diare yang terjadi dimasyarakat

                                                                      BAB I PENDAHULUAN ...