Kode pos sawoo ponorogo
63475
BY SUWITO
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Bahasa
ialah sistem arbitrer lambang-lambang bunyi yang digunakan oleh sebuah kelompok
masyarakat untuk melakukan kerja sama (Robins, 1992: 14). Berdasarkan definisi tersebut dapat dikatakan
bahwa bahasa mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia terutama dalam
kehidupan masyarakat yang menuntut manusia tersebut berhubungan dan bekerja
sama dengan sesamanya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa masyarakat dan
bahasa adalah satu kesatuan. Bahasa menghubungkan manusia yang satu dengan yang
lain dalam kehidupan bermasyarakat. Jika tidak ada bahasa, manusia yang satu
dengan yang lain harus menggunakan apa untuk bekerja sama atau berhubungan.
Oleh karena itu, bahasa mempunyai peranan yang penting dan tidak tergantikan
dalam kehidupan masyarakat.
Chaer
dan Agustina (2010: 17) dalam bukunya Sosiolinguistik
Perkenalan Awal membagi tiga komponen yang harus ada dalam setiap proses
komunikasi, yaitu (1) pihak yang berkomunikasi, yakni pengirim dan penerima
informasi yang dikomunikasikan, yang lazim disebut partisipan; (2) informasi yang dikomunikasikan; (3) alat yang
digunakan dalam komunikasi itu. Berdasarkan uraian tersebut dapat diketahui
bahwa poin pertama, yakni partisipan diisi
oleh manusia. Sementara poin kedua, informasi yang dikomunikasikan merupakan
ungkapan yang ingin disampaikan oleh partisipan
(manusia). Dan poin ketiga, alat yang digunakan dalam komunikasi adalah bahasa. Dengan demikian, salah satu
fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau interaksi sosial.
Sebagai
alat komunikasi, bahasa akan senantiasa mengalami perkembangan, seiring perkembangan
masyarakat penuturnya. Perkembangan yang dialami oleh masyarakat, baik pola
pikir maupun tingkah laku tentu akan berdampak terhadap perkembangan dan
pertumbuhan bahasa yang digunakannya. Perkembangan dan pertumbuhan bahasa yang
digunakan oleh masyarakat penutur menimbulkan keragaman atau variasi bahasa.
Keragaman atau variasi tersebut disebabkan oleh masyarakat penutur yang tidak
homogen. Jika masyarakat penutur homogen, tidak akan terjadi keragaman bahasa.
Luasnya
wilayah pemakaian bahasa Indonesia dan keanekaragaman penuturnya serta cepatnya
perkembangan masyarakat telah mendorong berkembangnya berbagai ragam bahasa
Indonesia dewasa ini. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia digunakan oleh
kelompok-kelompok masyarakat penutur yang berbeda latar belakangnya baik dari
segi geografis maupun sosial menyebabkan munculnya ragam atau variasi bahasa.
Variasi atau ragam bahasa itu terjadi akibat dari adanya keragaman sosial dan
keragaman fungsi bahasa (Chaer dan Agustina, 2010: 62).
Dewasa
ini, hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain atau antar bangsa yang
satu dengan bangsa yang lain semakin dekat. Seolah-olah batas yang memisahkan
tidak ada karena jaringan komunikasi sudah semakin maju. Adanya sarana
komunikasi elektronik seperti radio, televisi, komputer, dan internet semakin
mendekatkan manusia yang satu dengan yang lainnya. Kedekatan tersebut membuat
interaksi sosial antara masyarakat penutur bahasa daerah satu dengan yang lain
atau masyarakat penutur bahasa bangsa yang satu dengan yang lain semakin sering
terjadi. Dampaknya ragam bahasa tumbuh dan berkembang pesat melalui jaringan
komunikasi yang semakin maju.
Televisi
sebagai media komunikasi elektronik memiliki posisi strategis dalam
menyampaiakan informasi. Salah satu informasi yang disampaikan oleh televisi
adalah iklan. Iklan adalah berita pesanan untuk mendorong, membujuk khalayak
ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan (KBBI, 2005:421). Berdasarkan
definisi tersebut, dapat diketahui bahwa komunikasi yang dilakukan oleh iklan
hanya satu arah. Selain itu, informasi yang ingin disampaikan iklan bersifat
persuasif. Akibat dari tuntutan persuasif tersebut tentu akan memunculkan
sebuah ragam bahasa baru pada setiap iklan.
Salah
satu ragam bahasa iklan di televisi yang menarik untuk diteliti adalah iklan
rokok. Informasi dalam iklan rokok di televisi harus bersifat implisit dan
bukan eksplisit. Artinya iklan rokok tersebut tidak dapat terang-terangan dalam
mengiklankan produknya. Pesan yang disampaikan iklan rokok haruslah secara
tidak langsung. Berdasarkan kenyataan tersebut, iklan rokok harus pandai
memainkan kata-kata untuk mempengaruhi masyarakat atau calon konsumen.
Permainan kata-kata tersebut tentu menimbulkan ragam bahasa tersendiri bagi
iklan rokok di televisi.
Penelitian
tentang variasi bahasa atau ragam bahasa memang bukan penelitian yang baru
dalam studi bahasa. Banyak sekali penelitian yang memperbincangkan variasi atau
ragam bahasa dari kelompok masyarakat tertentu. Penelitian yang mengetengahkan
tentang ragam bahasa pernah dilakukan oleh beberapa mahasiswa Universitas
Negeri Surabaya di antaranya (1) Yuni Budiarti, mahasiswa Jurusan Bahasa dan
Sastra Indonesia, dengan judul penelitian Ragam
Bahasa Remaja pada Majalah Gadis. Fokus penelitiannya adalah mengenai
proses pembentukan pada tingkat fonem dan tingkat kata. Serta mengenai
penggunaan nonbahasa Indonesia, akronim, dan singkatan pada majalah Gadis. (2) Yeni Malfinasari, mahasiswa
Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, dengan judul Ragam Bahasa Tentara di Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari-Malang.
Fokus penelitiannya adalah mengenai pilihan kata dan jenis kalimat dalam ragam
bahasa tentara di Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari Malang.
Berdasarkan
penelitian yang pernah dilakukan tersebut, menunjukkan bahwa penelitian
mengenai ragam bahasa bukan merupakan masalah baru bagi studi kebahasaan karena
subjek yang dipakai dalam penelitian ini pernah dilakukan sebelumnya. Meskipun
demikian, penulis merasa penelitian ini merupakan penelitian yang baru dan
mampu memperkaya penelitian-penelitian sebelumnya karena objek yang dipakai
berbeda dengan penelitian sebelumnya, karena lebih mengacu pada ragam bahasa
iklan rokok di televisi.
Berdasarkan
latar belakang tersebut, dibuatlah sebuah penelitian dengan judul Ragam Bahasa Iklan Rokok di Televisi.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan
urian latar belakang, penelitian ini merumuskan permasalahan yang akan dikaji
sebagai berikut.
1) Bagaimana
pilihan kata dalam ragam bahasa iklan rokok di televisi?
2) Bagaimana
proses gejala bahasa yang terjadi dalam ragam bahasa iklan rokok di televisi?
3) Bagaimana
jenis kalimat dalam ragam bahasa iklan
rokok di televisi?
1.3 Tujuan
Penelitian
Berdasarkan
rumusan masalah tersebut, penelitian ini memiliki tujuan, sebagai berikut.
1) Menjelaskan
pilihan kata dalam ragam bahasa iklan rokok di televisi.
2) Menjelaskan
proses gejala bahasa yang terjadi dalam ragam bahasa iklan rokok di televisi.
3) Menjelaskan
jenis kalimat dalam ragam bahasa iklan rokok di televisi.
1.4 Manfaat
Penelitian
1) Manfaat
teoretis
Secara
teoretis penelitian ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat dalam
mengembangkan kajian deskripsi tentang ragam bahasa iklan rokok di televisi
yang termasuk dalam kajian ilmu sosiolinguistik.
2) Manfaat
praktis
Secara
praktis penelitian ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi peneliti
bahasa Indonesia, bagi mahasiswa bahasa Indonesia, bagi guru bahasa Indonesia,
bagi pihak instasi iklan rokok, dan bagi pemirsa televisi seperti yang dapat dijelaskan dalam uraian
sebagai berikut.
a. Bagi
peneliti bahasa Indonesia, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan dan
pengetahuan baru di dalam bidang sosiolinguistik
b. Bagi
mahasiswa bahasa Indonesia, penelitian ini dapat memperkaya pengetahuan tentang
ragam bahasa.
c. Bagi
guru bahasa Indonesia, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan
dalam mempelajari bahasa di sekolah, khususnya yang berkaitan dengan studi
sosiolinguistik yaitu sebagai penguat teori sosio linguistik tentang ragam
bahasa.
d. Bagi
pihak instansi iklan rokok, hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran
tentang penggunaan ragam bahasa yang mereka gunakan.
e. Bagi
pemirsa televisi, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui
gambaran tentang ragam bahasa yang digunakan oleh iklan rokok di televisi untuk
menarik konsumen.
1.5 Definisi
Operasional Variabel
Definisi
operasional menjelaskan pengukuran-pengukuran dan hasil yang dilaporkan dari
pengukuran terhadap variabel yang terkandung dalam pertanyaan penelitian
(Sudjana, 1988:99). Istilah-istilah pada judul perlu ditegaskan dengan tujuan memperjelas
konsep penelitian. Definisi istilah yang dimaksudkan, sebagai berikut.
1) Ragam
bahasa ialah corak bahasa tertentu yang timbul akibat dari adanya keragaman
sosial dan keragaman fungsi bahasa.
2) Iklan
ialah berita pesanan yang bertujuan untuk mendorong, membujuk, dan mempengaruhi
khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan.
3) Rokok
ialah gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yang dibungkus daun
nipah, kertas.
4) Iklan
rokok ialah berita pesanan yang bertujuan untuk mendorong, membujuk, dan
mempengaruhi khalayak ramai agar tertarik pada rokok yang ditawarkan.
5) Televisi
ialah sistem penyiaran gambar yang disertai dengan bunyi (suara) melalui kabel
atau melalui angkasa dengan menggunakan alat yang mengubah cahaya (gambar) dan
bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubahnya kembali menjadi berkas
cahaya yang dapat dilihat dan bunyi yang dapat didengar.
6) Pilihan
kata ialah kata yang bermakna tepat dan selaras atau cocok penggunaannya untuk
mengungkapkan gagasan dengan pokok pembicaraan, peristiwa, pembaca atau
pendengar.
7) Gejala
bahasa ialah peristiwa yang menyangkut bentukan-bentukan kata atau kalimat
dengan segala macam proses pembentukannya.
8) Kalimat
ialah satuan bahasa terkecil, dalam wujud tulisan atau lisan, yang mengungkapkan
pikiran yang utuh.
9)
Jenis kalimat ialah penggolongan kalimat ditinjau
dari sudut (a) jumlah klausanya, (b) bentuk sintaksisnya, (c) kelengkapan
unsurnya, dan (d) susunan subjek dan predikatnya.
BAB
III
METODE
PENELITIAN
3.1 Jenis
Penelitian
Metode
penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan
tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2009: 2). Sesuai permasalahan yang diteliti, yaitu ragam
bahasa iklan rokok di televisi,
peneliti menggunakan metode kualitatif karena penelitian ini tidak menggunakan perhitungan
secara numerik tetapi
menghasilkan data deskriptif. Menurut Bogdan dan Taylor (dalam Moleong,
2002:4), pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan
kata-kata tertulis dari orang-orang yang perilakunya diamati.
Kajian deskriptif menyajikan data atau
fenomena yang tertangkap secara objektif sehingga rancangan penelitian yang bersifat
deskriptif memusatkan perhatiannya pada masalah yang ada pada masa sekarang dan
masalah-masalah aktual. Data-data atau fenomena-fenomena tersebut merupakan
data rekaman yang hasilnya tidak dimodifikasi atau direkayasa. Jadi, keaslian
data tersebut benar-benar dijaga, bahkan tidak mempertimbangkan baik buruknya
tuturan. Hal tersebut merupakan ciri utama penelitian kualitatif.
3.2 Sumber
Data dan Data
Sumber
data dalam penelitian kualitatif menurut Loflan (dalam Moleong, 1982:122)
adalah kata-kata dan tindakan. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa
sumber data dalam penelitian kualitatif hanyalah kata-kata dan tindakan.
Sumber data yang diperoleh meliputi
data primer dan data sekunder. Data primer adalah data asal informasi, data
dalam penelitian ini diambil dari lima stasiun televisi swasta, baik Nasional
maupun Lokal (Trans Tv, ANTV, Indosiar, Global Tv, dan SBO Tv). Sedangkan data
sekunder biasanya bersifat dokumenter dari jurnal/artikel instansi yang
bersangkutan dan dari dokumen yang lain (Moeloeng, 1998:12).
Data
dalam penelitian ini berasal dari iklan rokok yang terdiri dari L.A Lights, Gudang Garam Internasional, Club
Mild, Djarum 76, Gudang Garam Djaja, dan Sejati. Data yang yang diambil dalam penelitian ini adalah iklan
rokok di televisi yang dapat dianalisis pilihan katanya, mengandung gejala
bahasa seperti adaptasi, adisi, reduksi, dan hiperkorek, serta jenis kalimat
pada iklan rokok baik berupa tuturan maupun hanya tampilan berupa kata atau kalimat
sebab banyak iklan rokok yang tayang di televisi tanpa monolog atau pun dialog
sama sekali.
3.3 Teknik
dan Prosedur Pengumpulan Data
a.
Teknik Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan adalah data yang fungsional, artinya
data tersebut memungkinkan tercapainya tujuan penelitian, sedangkan data yang
tidak mendukung tercapainya tujuan penelitian tidak diambil. Data tersebut dikumpulkan pada
tanggal 31 Mei 2012
dan 1 Juni 2012 dengan
menggunakan metode simak. Teknik dasar dalam metode simak ialah teknik sadap.
Adapun lanjutan dari teknik sadap tersebut menurut Mahsun (2005:92-93), dapat
berupa teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, catat, dan teknik
rekam.
Teknik sadap yang
dilakukan dalam penelitian ini, yaitu penyimakan iklan rokok di
televisi. Proses penyimakan tersebut dilakukan ketika
iklan rokok tayang di televisi.
Selanjutnya adalah teknik catat, yaitu pencatatan kata-kata
yang terdapat dalam iklan rokok di televisi, baik berupa tuturan maupun bahasa
tulis yang ditayangkan. Proses
pencatatan tersebut dilakukan secara bersamaan saat menyimak. Penggunaan metode
simak dengan teknik sadap dan catat tersebut bertujuan agar memperoleh data
dengan cepat dan tepat dalam melaksanakan penelitian ini.
Untuk mengumpulkan data diperlukan tabel untuk
mengklasifikasikan iklan rokok. Berikut ini, tabel yang digunakan untuk
mengumpulkan data iklan rokok di televisi:
|
Tanggal
(Pukul) |
Iklan
Rokok |
Stasiun
Tv |
Kata-kata
dalam iklan rokok |
|
31
Mei 2012 (22:08) |
L.A
Lights |
SBO
Tv |
Yang
lain bersandiwara, gue apa adanya. L.A Lights berani enjoy! |
|
1
Juni 2012 (21:
59) (22:06) (22:09) (22:37) (22:39) |
Gudang
Garam Internasional Djarum
76 Gudang
Garam Djaja Club
Mild Sejati |
Indosiar Trans
Tv Indosiar Global
Tv ANTV |
Gudang
Garam Internasional pria punya selera Kasus
Korupsi Ilang. Yang penting hepiii. Djarum 76 Gudang
Garam Djaja. Selalu ada nikmatnya. Club
Mild. Ngeclub lebih seru! Sejati
emang bikin bangga. |
b. Prosedur
Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut.
1. Menyimak iklan rokok di televisi.
2. Mencatat
hasil tuturan iklan rokok ke dalam tabel .
3.4 Teknik
Analisis Data
Penelitian
ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif karena hasil penelitian berupa
gambaran mengenai data-data penggunaan ragam bahasa iklan rokok di televisi.
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki
lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan. Menurut Nasution
(dalam Sugiyono, 2009: 245) menjelaskan bahwa analisis telah mulai sejak
merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun ke lapangan, dan berlangsung
terus sampai penulisan penelitian.
Dalam
penelitian ini kali pertama yang dianalisis adalah pilihan kata. Pilihan kata
dianalisis dimaksudkan untuk memperoleh gambaran ciri khas pilihan kata dalam
iklan rokok di televisi.
Langkah
kedua ialah menganalisis gejala bahasa. Penganalisisan gejala bahasa
dimaksudkan untuk memperoleh gambaran proses perubahan bentuk kata yang
digunakan dalam iklan rokok di televisi.
Langkah
yang ketiga ialah menganalisis jenis kalimat dalam iklan rokok di televisi.
Penganalisisan jenis kalimat ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran
jenis-jenis kalimat yang digunakan dalam iklan rokok yang telah mengalami
berbagai transformasi untuk keperluan iklan.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Mukein.
1990. Dasar-dasar Komposisi Bahasa
Indonesia. Malang: Yayasan Asah Asih Asuh.
Alwi, Hasan dkk.
2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
Jakata: Balai Pustaka
Budiarti, Yuni.
2005. “Ragam Bahasa Remaja Majalah Gadis”.
Skripsi FBS. Universitas Negeri Surabaya
Chaer, Abdul dan
Leonie Agustina. 2010. Sosiolinguistik :
Perkenalan Awal. Jakarta : Rineka Cipta.
Departemen
Pendidikan Nasional, Pusat Bahasa. 2005. Kamus
Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Iflacha, Farida.
2006. “Makna dan Fungsi Wacana Iklan Produk Rokok A Mild”. Skripsi FBS. Universitas Negeri Surabaya
Jefkins, Frank.
1996. Periklanan. Edisi Ketiga.
Jakarta: Airlangga.
Keraf, Gorys.
1986. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta:
Gramedia
Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa : Tahapan Strategi,
Metode, dan Tekniknya. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Malfinasari,
Yeni.2005. “Ragam Bahasa Tentara di Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari-Malang”.
Skripsi FBS. Universitas Negeri Surabaya
Moeleong, Lexi J. 2002. Metodelogi
Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya
Muslich, Masnur.
2010. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara
Nababan, P.W.J. 1987. Ilmu
Pragmatik: Teori dan Penerapannya. Jakarta: P2LPTK.
Robins, R.H. 1992.
Linguistik Umum: Sebuah Pengantar.
Yogyakarta: Kanisius
Sudjana, Nana.
1988. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah. Bandung:
Sinar Baru
Sugiyono. 2009. Metode
Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
SOAL UJIAN LISAN BAHASA INDONESIA SEMESTER GENAP
1.
Langkah-langkah
membuat ringkasan adalah ....
2.
Beri
contoh tanggapan terhadap artikel yang berjudul “Poligami Hal yang Wajar Bagi
Warga Indonesia”!
3.
Kalimat
aktif adalah ....
4.
Predikat
transitif adalah ....
5.
Ubahlah
kalimat aktif berikut menjadi kalimat pasif “Aku memukul Heru saat dia
menemuiku pagi tadi.”!
6.
Kalimat
pasif adalah ....
7.
Apa
yang dimaksud paragraf argumentasi?
8.
Sebutkan
dan jeleskan dengan singkat jenis-jenis paragraf berdasarkan tujuannya!
9.
Paragraf
argumentasi biasanya diakhiri dengan ....
10.
Apa
ciri-ciri paragraf argumentasi?
11.
Menyunting
adalah ....
12.
Setelah
menyajikan bukti, alasan, data atau fakta dalam paragraf argumentasi disajikan
....
13.
Apa
yang dimaksud tabel ....
14.
Apa
yang dimaksud grafik ....
15.
Pernyataan
isi tabel disebut juga ....
16.
Penyimpulan
isi tabel disebut juga ....
17.
Apa
yang dimaksud cerita rakyat ....
18.
Salah
satu ciri cerita rakyat adalah anonim. Apa yang dimaksud anonim?
19.
Cerita
asal usul tempat disebut juga ....
20.
Apa
yang dimaksud sage?
21.
Cerita
Nyi Loro Kidul termasuk ke dalam jenis dongeng yang berupa ....
22.
Menunjukkan
sikap setuju berarti kita ....
23.
Menunjukkan
sikap tidak setuju berarti kita ....
24.
Dalam
mengutarakan kritik kita harus menggunakan bahasa yang ....
25.
Apa
yang dimaksud kritik?
26.
Apa
perbedaan sopan dan santun?
27.
Paragraf
persuasi adalah ....
28.
Dalam
paragraf persuasi selalu terdapat ....
29.
Apa
bedanya paragraf persuasi dan paragraf argumentasi?
30.
Bentuk
satra melayu klasik terbagi menjadi ....
31.
Sastra
melayu klasik dipengaruhi oleh ....
32.
Apa
bedanya kalimat utama dan ide pokok?
33.
Hikayat
adalah ....
34.
Hikayat
bertujuan untuk ....
35.
Unsur
intrinsik hikayat meliputi ....
36.
Sudut
pandang terbagi menjadi berapa? Apa yang menunjukkan perbedaan itu?
37.
Apa
yang dimaksud nilai kepahlawanan?
38.
Apa
yang dimaksud nilai moral?
39.
Dalam
sastra melayu klasik digunakan bahasa yang ....
40.
Buatlah
kalimat yang imbuhan memper- di dalamnya sama dengan kalimat berikut: “Eko
memperistri gadis cantik itu.”!
41.
Imbuhan
memper- + -i mempunyai makna ....
42.
Citraan
adalah ....
43.
Beri
contoh citraan gerak!
44.
Beri
contoh citraan perasaan!
45.
Imajinasi
adalah ....
46.
Apa
makna baris puisi ini “pergi ke laut lepas”?
47.
Penulisan
hasil wawancara dapat dilakukan dengan berapa cara? Sebutkan!
48.
Orang
yang memberi informasi saat terjadi kegiatan wawancara dinamakan ....
49.
Sebutkan
hal yang diperhatikan ketika akan wawancara ....
50.
Dalam
mengajukan pertanyaan kepada narasumber harus dari pertanyaan ... ke ...
51.
Pidato
adalah ....
52.
Kerangka
pidato meliputi ....
53.
Sebutkan
tujuan pidato ....
54.
Apa
maksud metode pidato ekstemporan?
55.
Menyunting
bahasa dapat dilakukan melalui ....
56.
“Para
hadirin yang saya hormati.” Kata yang tidak tepat adalah .... Apa alasannya?
57.
Apa
itu di- sebagai awalan?
58.
Kata
penunjuk hubungan kekerabatan huruf awalnya ditulis dengan huruf kapital jika
digunakan dalam ....
59.
Apa
itu di- sebagai kata depan?
60.
Penulisan
di- sebagai kata depan ... dengan kata yang mengikutinya.
61.
Penulisan
di- sebagai awalan ... dengan kata yang mengikutinya.
62.
Susunlah
secara alfabetis istilah berikut. sendok, garpu, gula, pintu!
63.
Yang
dimaksud verba dan adjektiva adalah ....
64.
Apa
yang dimaksud ringkasan?
65.
Apa
yang dimaksud rangkuman?
66.
Apa
yang dimaksud simpulan?
67.
Jika
kita mencari pokok informasi dalam sebuah paragraf maka bagian paragraf yang
kita cari adalah ....
68.
Jika
kita mencari pokok informasi dalam berita maka dapat kita rumuskan dengan ....
69.
Apa
yang dimaksud mendengarkan informasi secara tidak langsung?
70.
Maksud
dari cerpen cerita yang dibaca sekali duduk adalah ....
71.
Konflik
terbagi menjadi? sebutkan!
72.
Beri
contoh konflik batin!
73.
Unsur
intrinsik utama yang harus diperhatikan dalam menulis cerpen adalah ....
74.
Hal
yang perlu diperhatikan dalam menulis cerpen adalah ....
75.
Sumber
topik cerpen dapat diperoleh melalui ....
BAB I PENDAHULUAN ...