Senin, 23 Agustus 2021

RAGAM BAHASA IKLAN ROKOK DI TELEVISI

 BY SUWITO 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Bahasa ialah sistem arbitrer lambang-lambang bunyi yang digunakan oleh sebuah kelompok masyarakat untuk melakukan kerja sama (Robins, 1992: 14).  Berdasarkan definisi tersebut dapat dikatakan bahwa bahasa mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia terutama dalam kehidupan masyarakat yang menuntut manusia tersebut berhubungan dan bekerja sama dengan sesamanya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa masyarakat dan bahasa adalah satu kesatuan. Bahasa menghubungkan manusia yang satu dengan yang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Jika tidak ada bahasa, manusia yang satu dengan yang lain harus menggunakan apa untuk bekerja sama atau berhubungan. Oleh karena itu, bahasa mempunyai peranan yang penting dan tidak tergantikan dalam kehidupan masyarakat.

Chaer dan Agustina (2010: 17) dalam bukunya Sosiolinguistik Perkenalan Awal membagi tiga komponen yang harus ada dalam setiap proses komunikasi, yaitu (1) pihak yang berkomunikasi, yakni pengirim dan penerima informasi yang dikomunikasikan, yang lazim disebut partisipan; (2) informasi yang dikomunikasikan; (3) alat yang digunakan dalam komunikasi itu. Berdasarkan uraian tersebut dapat diketahui bahwa poin pertama, yakni partisipan diisi oleh manusia. Sementara poin kedua, informasi yang dikomunikasikan merupakan ungkapan yang ingin disampaikan oleh partisipan (manusia). Dan poin ketiga, alat yang digunakan dalam komunikasi  adalah bahasa. Dengan demikian, salah satu fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau interaksi sosial.

Sebagai alat komunikasi, bahasa akan senantiasa mengalami perkembangan, seiring perkembangan masyarakat penuturnya. Perkembangan yang dialami oleh masyarakat, baik pola pikir maupun tingkah laku tentu akan berdampak terhadap perkembangan dan pertumbuhan bahasa yang digunakannya. Perkembangan dan pertumbuhan bahasa yang digunakan oleh masyarakat penutur menimbulkan keragaman atau variasi bahasa. Keragaman atau variasi tersebut disebabkan oleh masyarakat penutur yang tidak homogen. Jika masyarakat penutur homogen, tidak akan terjadi keragaman bahasa.

Luasnya wilayah pemakaian bahasa Indonesia dan keanekaragaman penuturnya serta cepatnya perkembangan masyarakat telah mendorong berkembangnya berbagai ragam bahasa Indonesia dewasa ini. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia digunakan oleh kelompok-kelompok masyarakat penutur yang berbeda latar belakangnya baik dari segi geografis maupun sosial menyebabkan munculnya ragam atau variasi bahasa. Variasi atau ragam bahasa itu terjadi akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa (Chaer dan Agustina, 2010: 62).

Dewasa ini, hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain atau antar bangsa yang satu dengan bangsa yang lain semakin dekat. Seolah-olah batas yang memisahkan tidak ada karena jaringan komunikasi sudah semakin maju. Adanya sarana komunikasi elektronik seperti radio, televisi, komputer, dan internet semakin mendekatkan manusia yang satu dengan yang lainnya. Kedekatan tersebut membuat interaksi sosial antara masyarakat penutur bahasa daerah satu dengan yang lain atau masyarakat penutur bahasa bangsa yang satu dengan yang lain semakin sering terjadi. Dampaknya ragam bahasa tumbuh dan berkembang pesat melalui jaringan komunikasi yang semakin maju.

Televisi sebagai media komunikasi elektronik memiliki posisi strategis dalam menyampaiakan informasi. Salah satu informasi yang disampaikan oleh televisi adalah iklan. Iklan adalah berita pesanan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan (KBBI, 2005:421). Berdasarkan definisi tersebut, dapat diketahui bahwa komunikasi yang dilakukan oleh iklan hanya satu arah. Selain itu, informasi yang ingin disampaikan iklan bersifat persuasif. Akibat dari tuntutan persuasif tersebut tentu akan memunculkan sebuah ragam bahasa baru pada setiap iklan.

Salah satu ragam bahasa iklan di televisi yang menarik untuk diteliti adalah iklan rokok. Informasi dalam iklan rokok di televisi harus bersifat implisit dan bukan eksplisit. Artinya iklan rokok tersebut tidak dapat terang-terangan dalam mengiklankan produknya. Pesan yang disampaikan iklan rokok haruslah secara tidak langsung. Berdasarkan kenyataan tersebut, iklan rokok harus pandai memainkan kata-kata untuk mempengaruhi masyarakat atau calon konsumen. Permainan kata-kata tersebut tentu menimbulkan ragam bahasa tersendiri bagi iklan rokok di televisi.

Penelitian tentang variasi bahasa atau ragam bahasa memang bukan penelitian yang baru dalam studi bahasa. Banyak sekali penelitian yang memperbincangkan variasi atau ragam bahasa dari kelompok masyarakat tertentu. Penelitian yang mengetengahkan tentang ragam bahasa pernah dilakukan oleh beberapa mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di antaranya (1) Yuni Budiarti, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, dengan judul penelitian Ragam Bahasa Remaja pada Majalah Gadis. Fokus penelitiannya adalah mengenai proses pembentukan pada tingkat fonem dan tingkat kata. Serta mengenai penggunaan nonbahasa Indonesia, akronim, dan singkatan pada majalah Gadis. (2) Yeni Malfinasari, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, dengan judul Ragam Bahasa Tentara di Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari-Malang. Fokus penelitiannya adalah mengenai pilihan kata dan jenis kalimat dalam ragam bahasa tentara di Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari Malang.

Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan tersebut, menunjukkan bahwa penelitian mengenai ragam bahasa bukan merupakan masalah baru bagi studi kebahasaan karena subjek yang dipakai dalam penelitian ini pernah dilakukan sebelumnya. Meskipun demikian, penulis merasa penelitian ini merupakan penelitian yang baru dan mampu memperkaya penelitian-penelitian sebelumnya karena objek yang dipakai berbeda dengan penelitian sebelumnya, karena lebih mengacu pada ragam bahasa iklan rokok di televisi.

Berdasarkan latar belakang tersebut, dibuatlah sebuah penelitian dengan judul Ragam Bahasa Iklan Rokok di Televisi.

1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan urian latar belakang, penelitian ini merumuskan permasalahan yang akan dikaji sebagai berikut.

1)      Bagaimana pilihan kata dalam ragam bahasa iklan rokok di televisi?

2)      Bagaimana proses gejala bahasa yang terjadi dalam ragam bahasa iklan rokok di televisi?

3)      Bagaimana jenis kalimat  dalam ragam bahasa iklan rokok di televisi?

1.3  Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini memiliki tujuan, sebagai berikut.

1)      Menjelaskan pilihan kata dalam ragam bahasa iklan rokok di televisi.

2)      Menjelaskan proses gejala bahasa yang terjadi dalam ragam bahasa iklan rokok di televisi.

3)      Menjelaskan jenis kalimat dalam ragam bahasa iklan rokok di televisi.

1.4  Manfaat Penelitian

1)      Manfaat teoretis

Secara teoretis penelitian ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat dalam mengembangkan kajian deskripsi tentang ragam bahasa iklan rokok di televisi yang termasuk dalam kajian ilmu sosiolinguistik.

2)      Manfaat praktis

Secara praktis penelitian ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi peneliti bahasa Indonesia, bagi mahasiswa bahasa Indonesia, bagi guru bahasa Indonesia, bagi pihak instasi iklan rokok, dan bagi pemirsa televisi  seperti yang dapat dijelaskan dalam uraian sebagai berikut.

a.       Bagi peneliti bahasa Indonesia, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru di dalam bidang sosiolinguistik

b.      Bagi mahasiswa bahasa Indonesia, penelitian ini dapat memperkaya pengetahuan tentang ragam bahasa.

c.       Bagi guru bahasa Indonesia, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam mempelajari bahasa di sekolah, khususnya yang berkaitan dengan studi sosiolinguistik yaitu sebagai penguat teori sosio linguistik tentang ragam bahasa.

d.      Bagi pihak instansi iklan rokok, hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang penggunaan ragam bahasa yang mereka gunakan.

e.       Bagi pemirsa televisi, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui gambaran tentang ragam bahasa yang digunakan oleh iklan rokok di televisi untuk menarik konsumen.

1.5  Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional menjelaskan pengukuran-pengukuran dan hasil yang dilaporkan dari pengukuran terhadap variabel yang terkandung dalam pertanyaan penelitian (Sudjana, 1988:99). Istilah-istilah pada judul perlu ditegaskan dengan tujuan memperjelas konsep penelitian. Definisi istilah yang dimaksudkan, sebagai berikut.

1)      Ragam bahasa ialah corak bahasa tertentu yang timbul akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa.

2)      Iklan ialah berita pesanan yang bertujuan untuk mendorong, membujuk, dan mempengaruhi khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan.

3)      Rokok ialah gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yang dibungkus daun nipah, kertas.

4)      Iklan rokok ialah berita pesanan yang bertujuan untuk mendorong, membujuk, dan mempengaruhi khalayak ramai agar tertarik pada rokok yang ditawarkan.

5)      Televisi ialah sistem penyiaran gambar yang disertai dengan bunyi (suara) melalui kabel atau melalui angkasa dengan menggunakan alat yang mengubah cahaya (gambar) dan bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubahnya kembali menjadi berkas cahaya yang dapat dilihat dan bunyi yang dapat didengar.

6)      Pilihan kata ialah kata yang bermakna tepat dan selaras atau cocok penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan dengan pokok pembicaraan, peristiwa, pembaca atau pendengar.

7)      Gejala bahasa ialah peristiwa yang menyangkut bentukan-bentukan kata atau kalimat dengan segala macam proses pembentukannya.

8)      Kalimat ialah satuan bahasa terkecil, dalam wujud tulisan atau lisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh.

9)      Jenis kalimat ialah penggolongan kalimat ditinjau dari sudut (a) jumlah klausanya, (b) bentuk sintaksisnya, (c) kelengkapan unsurnya, dan (d) susunan subjek dan predikatnya.

 

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1  Jenis Penelitian

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2009: 2). Sesuai permasalahan yang diteliti, yaitu ragam bahasa iklan rokok di televisi, peneliti menggunakan metode kualitatif karena penelitian ini tidak menggunakan perhitungan secara numerik tetapi menghasilkan data deskriptif. Menurut Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 2002:4), pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan kata-kata tertulis dari orang-orang yang perilakunya diamati.

Kajian deskriptif menyajikan data atau fenomena yang tertangkap secara objektif sehingga rancangan penelitian yang bersifat deskriptif memusatkan perhatiannya pada masalah yang ada pada masa sekarang dan masalah-masalah aktual. Data-data atau fenomena-fenomena tersebut merupakan data rekaman yang hasilnya tidak dimodifikasi atau direkayasa. Jadi, keaslian data tersebut benar-benar dijaga, bahkan tidak mempertimbangkan baik buruknya tuturan. Hal tersebut merupakan ciri utama penelitian kualitatif.

3.2  Sumber Data dan Data

Sumber data dalam penelitian kualitatif menurut Loflan (dalam Moleong, 1982:122) adalah kata-kata dan tindakan. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa sumber data dalam penelitian kualitatif hanyalah kata-kata dan tindakan.

Sumber data yang diperoleh meliputi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data asal informasi, data dalam penelitian ini diambil dari lima stasiun televisi swasta, baik Nasional maupun Lokal (Trans Tv, ANTV, Indosiar, Global Tv, dan SBO Tv). Sedangkan data sekunder biasanya bersifat dokumenter dari jurnal/artikel instansi yang bersangkutan dan dari dokumen yang lain (Moeloeng, 1998:12).

Data dalam penelitian ini berasal dari iklan rokok yang terdiri dari L.A Lights, Gudang Garam Internasional, Club Mild, Djarum 76, Gudang Garam Djaja, dan Sejati. Data yang yang diambil dalam penelitian ini adalah iklan rokok di televisi yang dapat dianalisis pilihan katanya, mengandung gejala bahasa seperti adaptasi, adisi, reduksi, dan hiperkorek, serta jenis kalimat pada iklan rokok baik berupa tuturan maupun hanya tampilan berupa kata atau kalimat sebab banyak iklan rokok yang tayang di televisi tanpa monolog atau pun dialog sama sekali.

3.3  Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data

a.       Teknik Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan adalah data yang fungsional, artinya data tersebut memungkinkan tercapainya tujuan penelitian, sedangkan data yang tidak mendukung tercapainya tujuan penelitian tidak diambil. Data tersebut dikumpulkan pada tanggal 31 Mei 2012 dan 1 Juni 2012 dengan menggunakan metode simak. Teknik dasar dalam metode simak ialah teknik sadap. Adapun lanjutan dari teknik sadap tersebut menurut Mahsun (2005:92-93), dapat berupa teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, catat, dan teknik rekam.

Teknik sadap yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu penyimakan iklan rokok di televisi. Proses penyimakan tersebut dilakukan ketika iklan rokok tayang di televisi. Selanjutnya adalah teknik catat, yaitu pencatatan kata-kata yang terdapat dalam iklan rokok di televisi, baik berupa tuturan maupun bahasa tulis yang ditayangkan. Proses pencatatan tersebut dilakukan secara bersamaan saat menyimak. Penggunaan metode simak dengan teknik sadap dan catat tersebut bertujuan agar memperoleh data dengan cepat dan tepat dalam melaksanakan penelitian ini.

Untuk mengumpulkan data diperlukan tabel untuk mengklasifikasikan iklan rokok. Berikut ini, tabel yang digunakan untuk mengumpulkan data iklan rokok di televisi:

Tanggal (Pukul)

Iklan Rokok

Stasiun Tv

Kata-kata dalam iklan rokok

31 Mei 2012 (22:08)

L.A Lights

SBO Tv

Yang lain bersandiwara, gue apa adanya. L.A Lights berani enjoy!

1 Juni 2012

(21: 59)

(22:06)

 

(22:09)

 

(22:37)

 

(22:39)

Gudang Garam Internasional

Djarum 76

 

Gudang Garam Djaja

Club Mild

 

Sejati

Indosiar

 

Trans Tv

 

Indosiar

 

Global Tv

 

ANTV

Gudang Garam Internasional pria punya selera

Kasus Korupsi Ilang. Yang penting hepiii. Djarum 76

Gudang Garam Djaja. Selalu ada nikmatnya.

Club Mild. Ngeclub lebih seru!

Sejati emang bikin bangga.

 

b.      Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1.      Menyimak iklan rokok di televisi.

2.      Mencatat hasil tuturan iklan rokok ke dalam tabel .

3.4  Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif karena hasil penelitian berupa gambaran mengenai data-data penggunaan ragam bahasa iklan rokok di televisi. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan. Menurut Nasution (dalam Sugiyono, 2009: 245) menjelaskan bahwa analisis telah mulai sejak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun ke lapangan, dan berlangsung terus sampai penulisan penelitian.

Dalam penelitian ini kali pertama yang dianalisis adalah pilihan kata. Pilihan kata dianalisis dimaksudkan untuk memperoleh gambaran ciri khas pilihan kata dalam iklan rokok di televisi.

Langkah kedua ialah menganalisis gejala bahasa. Penganalisisan gejala bahasa dimaksudkan untuk memperoleh gambaran proses perubahan bentuk kata yang digunakan dalam iklan rokok di televisi.

Langkah yang ketiga ialah menganalisis jenis kalimat dalam iklan rokok di televisi. Penganalisisan jenis kalimat ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran jenis-jenis kalimat yang digunakan dalam iklan rokok yang telah mengalami berbagai transformasi untuk keperluan iklan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Mukein. 1990. Dasar-dasar Komposisi Bahasa Indonesia. Malang: Yayasan Asah Asih Asuh.

Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakata: Balai Pustaka

Budiarti, Yuni. 2005. “Ragam Bahasa Remaja Majalah Gadis”. Skripsi FBS.  Universitas Negeri Surabaya

Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2010. Sosiolinguistik : Perkenalan Awal. Jakarta : Rineka Cipta.

Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Bahasa. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Iflacha, Farida. 2006. “Makna dan Fungsi Wacana Iklan Produk Rokok A Mild”. Skripsi FBS. Universitas Negeri Surabaya

Jefkins, Frank. 1996. Periklanan. Edisi Ketiga. Jakarta: Airlangga.

Keraf, Gorys. 1986. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia

Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa : Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Malfinasari, Yeni.2005. “Ragam Bahasa Tentara di Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari-Malang”. Skripsi FBS. Universitas Negeri Surabaya

Moeleong, Lexi J. 2002. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Muslich, Masnur. 2010.  Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara

Nababan, P.W.J. 1987. Ilmu Pragmatik: Teori dan Penerapannya. Jakarta: P2LPTK.

Robins, R.H. 1992. Linguistik Umum: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Kanisius

Sudjana, Nana. 1988. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah. Bandung: Sinar Baru

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

UJIAN LISAN BAHASA INDONESIA

SOAL UJIAN LISAN BAHASA INDONESIA SEMESTER GENAP


1.       Langkah-langkah membuat ringkasan adalah ....

2.       Beri contoh tanggapan terhadap artikel yang berjudul “Poligami Hal yang Wajar Bagi Warga Indonesia”!

3.       Kalimat aktif adalah ....

4.       Predikat transitif adalah ....

5.       Ubahlah kalimat aktif berikut menjadi kalimat pasif “Aku memukul Heru saat dia menemuiku pagi tadi.”!

6.       Kalimat pasif adalah ....

7.       Apa yang dimaksud paragraf argumentasi?

8.       Sebutkan dan jeleskan dengan singkat jenis-jenis paragraf berdasarkan tujuannya!

9.       Paragraf argumentasi biasanya diakhiri dengan ....

10.   Apa ciri-ciri paragraf argumentasi?

11.   Menyunting adalah ....

12.   Setelah menyajikan bukti, alasan, data atau fakta dalam paragraf argumentasi disajikan ....

13.   Apa yang dimaksud tabel ....

14.   Apa yang dimaksud grafik ....

15.   Pernyataan isi tabel disebut juga ....

16.   Penyimpulan isi tabel disebut juga ....

17.   Apa yang dimaksud cerita rakyat ....

18.   Salah satu ciri cerita rakyat adalah anonim. Apa yang dimaksud anonim?

19.   Cerita asal usul tempat disebut juga ....

20.   Apa yang dimaksud sage?

21.   Cerita Nyi Loro Kidul termasuk ke dalam jenis dongeng yang berupa ....

22.   Menunjukkan sikap setuju berarti kita ....

23.   Menunjukkan sikap tidak setuju berarti kita ....

24.   Dalam mengutarakan kritik kita harus menggunakan bahasa yang ....

25.   Apa yang dimaksud kritik?

26.   Apa perbedaan sopan dan santun?

27.   Paragraf persuasi adalah ....

28.   Dalam paragraf persuasi selalu terdapat ....

29.   Apa bedanya paragraf persuasi dan paragraf argumentasi?

30.   Bentuk satra melayu klasik terbagi menjadi ....

31.   Sastra melayu klasik dipengaruhi oleh ....

32.   Apa bedanya kalimat utama dan ide pokok?

33.   Hikayat adalah ....

34.   Hikayat bertujuan untuk ....

35.   Unsur intrinsik hikayat meliputi ....

36.   Sudut pandang terbagi menjadi berapa? Apa yang menunjukkan perbedaan itu?

37.   Apa yang dimaksud nilai kepahlawanan?

38.   Apa yang dimaksud nilai moral?

39.   Dalam sastra melayu klasik digunakan bahasa yang ....

40.   Buatlah kalimat yang imbuhan memper- di dalamnya sama dengan kalimat berikut: “Eko memperistri gadis cantik itu.”!

41.   Imbuhan memper- + -i mempunyai makna ....

42.   Citraan adalah ....

43.   Beri contoh citraan gerak!

44.   Beri contoh citraan perasaan!

45.   Imajinasi adalah ....

46.   Apa makna baris puisi ini “pergi ke laut lepas”?

47.   Penulisan hasil wawancara dapat dilakukan dengan berapa cara? Sebutkan!

48.   Orang yang memberi informasi saat terjadi kegiatan wawancara dinamakan ....

49.   Sebutkan hal yang diperhatikan ketika akan wawancara ....

50.   Dalam mengajukan pertanyaan kepada narasumber harus dari pertanyaan ... ke ...

51.   Pidato adalah ....

52.   Kerangka pidato meliputi ....

53.   Sebutkan tujuan pidato ....

54.   Apa maksud metode pidato ekstemporan?

55.   Menyunting bahasa dapat dilakukan melalui ....

56.   “Para hadirin yang saya hormati.” Kata yang tidak tepat adalah .... Apa alasannya?

57.   Apa itu di- sebagai awalan?

58.   Kata penunjuk hubungan kekerabatan huruf awalnya ditulis dengan huruf kapital jika digunakan dalam ....

59.   Apa itu di- sebagai kata depan?

60.   Penulisan di- sebagai kata depan ... dengan kata yang mengikutinya.

61.   Penulisan di- sebagai awalan ... dengan kata yang mengikutinya.

62.   Susunlah secara alfabetis istilah berikut. sendok, garpu, gula, pintu!

63.   Yang dimaksud verba dan adjektiva adalah ....

64.   Apa yang dimaksud ringkasan?

65.   Apa yang dimaksud rangkuman?

66.   Apa yang dimaksud simpulan?

67.   Jika kita mencari pokok informasi dalam sebuah paragraf maka bagian paragraf yang kita cari adalah ....

68.   Jika kita mencari pokok informasi dalam berita maka dapat kita rumuskan dengan ....

69.   Apa yang dimaksud mendengarkan informasi secara tidak langsung?

70.   Maksud dari cerpen cerita yang dibaca sekali duduk adalah ....

71.   Konflik terbagi menjadi? sebutkan!

72.   Beri contoh konflik batin!

73.   Unsur intrinsik utama yang harus diperhatikan dalam menulis cerpen adalah ....

74.   Hal yang perlu diperhatikan dalam menulis cerpen adalah ....

75.   Sumber topik cerpen dapat diperoleh melalui ....


  

Proposal penelitian diare yang terjadi dimasyarakat

                                                                      BAB I PENDAHULUAN ...