Undang – Undang Kebahasaan
dan Nalar Kepatuhan
Pasal 28:
Bahasa
Indonesia wajib digunakan dalam
pidato resmi Presiden, Wakil Presiden, dan
pejabat
negara yang lain yang disampaikan di
dalam atau luar negeri
Pasal 29:
1. Bahasa
Indonesia wajib digunakan sebagai
bahasa pengantar dalam pendidikan nasional
Pasal 33:
Bahasa
Indonesia wajib digunakan dalam
komunikasi resmi di lingkungan kerja
pemerintah dan swasta.
Pasal 35:
Bahasa
Indonesia wajib digunakan dalam
penulisan karya ilmiah dan publikasi
karya ilmiah di Indonesia.
Pasal 37:
1.Bahasa
Indonesia wajib digunakan dalam
informasi tentang produk barang
atau jasa produksi dalam negeri atau luar negeri yang beredar di Indonesia.
2.Informasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilengkapi dengan bahasa daerah atau bahasa asing sesuai dengan keperluan.
Pasal 39:
1.Bahasa Indonesia wajib digunakan
dalam informasi melalui media
massa.
MKU BAHASA INDONESIA
®Kepunahan Bahasa
®Ada sepuluh bahasa punah/mati setiap
tahun (UNESCO): Akhir abad ke-18, di Australia ada
250 bahasa, saat ini tinggal 20-an; Brazilia telah kehilangan tiga perempat
jumlah bahasa (sekitar 540 bahasa) sejak penjajahan Portugis (tahun 1530).
®UNESCO pada tahun 1999 menetapkan 21
Februari sebagai "International Mother Language Day".
®Sebab-sebab kepunahan bahasa, di
antaranya:
•
1. Penuturnya mati semua
2. Ditinggalkan penuturnya (karena
terpaksa, karena bahasa lain diasosiasikan lebih maju dan modern
PEMBIDANGAN LINGUISTIK 1.Mikrolinguistik
2.Makrolinguistik
3.
Sejarah Linguistik
APAKAH KARYA
ILMIAH?
Serangkaian kegiatan penulisan berdasarkan
hasil penelitian, yang sistematis, berdasarkan metode ilmiah untuk mendapatkan
jawaban ilmiah terhadap permasalahan tertentu.
KARYA
TULIS ILMIAH
Tulisan yang disusun dengan struktur tertentu.
ARTIKEL HASIL PENELITIAN
- Artikel
ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil pemikiran atas suatu obyek kajian
yang berupa temuan penelitian
- Ditulis
setelah dan/atau ketika penelitian sedang dilaksanakan.
- Isi
tulisan merupakan bagian yang paling penting
RTIKEL KONSEPTUAL
- Artikel ditulis berdasarkan hasil pemikiran
atas suatu objek kajian berupa gagasan atau telaah dan analisis kritis.
- Penulis
harus terlebih dahulu mengkaji sumber pustaka yang relevan dengan
permasalahan, baik yang sejalan maupun yang bertentangan dengan pemikiran
penulis
- Pemikiran
penulis atau pendapat penulis tentang hal yang dibahas dalam artikel
konseptual merupakan bagian yang paling penting
KERANGKA UTUH ARTIKEL
- HASIL
PENELITIAN Judul
- Nama
penulis
- Abstrak
& kata kunci
- Pendahuluan
- Metode
- Hasil
- Bahasan
- Simpulan
& saran
- Referensi
- Lampiran
(jika ada)
KONSEPTUAL
- Judul
- Nama
penulis
- Abstrak
& kata kunci
- Pendahuluan
- Bagian inti (judul sesuai dengan
substansi)
- Penutup
- Referensi
- Lampiran
(jika ada)
PENYUSUNAN ARTIKEL KONSEPTUAL
•
Judul
•
Nama
penulis
•
Abstrak
dan kata kunci
•
Bagian pendahuluan
•
Bagian inti
•
Bagian
penutup
•
Daftar
pustaka
JENIS-JENIS WACANA ILMIAH
•
Deskripsi : Menggambarkan
hasil penginderaan shg dpt mempengaruhi emosi atau imajinasi pembaca
•
Narasi : Mengisahkan
peristiwa secara kronologis
• Eksposisi : Memberikan informasi,
menjelaskan, dan menjawab pertanyaan apa, mengapa, di mana, kapan.
•
ArgumentasI : Mengemukakan
gagasan, pendapat atau ide untuk meyakinkan pembaca.
• Persuasi : Mempengaruhi, mengajak, atau
menganjurkan melakukan sesuatu.
• Eksplanatif : Menerangkan suatu objek agar dapat dipahami pembaca.
• Prediktif : Memperhitungkan dan meramalkan kejadian yang akan
terjadi berdasarkan analisis penulisnya.
• Preskriptif : Memberikan tuntunan kepada pembacanya sehingga tidak
melakukan kesalahan
TAHAP-TAHAP
PENYUSUNAN KARYA ILMIAH
1.Tahap Persiapan.
®Pemilihan
masalah / topik, mempertimbangkan.
®Pembatasan
topik / penentuan judul.
®Pembuatan kerangka karangan (outline).
2.Tahap Pengumpulan data.
3.Tahap Pengorganisasian & pengonsepan.
4.Pemeriksaan
/ Penyuntingan konsep (editing)
5.Penyajian.
GAYA DAN KEBAHASAAN DALAM TULISAN ILMIAH
KARAKTERISTIK BAHASA TULIS ILMIAH
1.BAHASA TULIS : ® Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat
® Pembentukan kata dilakukan secara
sempurna
®Kalimat dibentuk dengan struktur
yang lengkap
®Paragraf dikembangkan secara
lengkap dan padu.
2.BAHASA ILMIAH :® Bahasa baku (Indonesia – EYD)
®Logis
®Lugas
®Jelas
®Formal
®Objektif
®Konsisten
®Bertolak dari gagasan
MATERI AJAR MATA KULIAH TATA TULIS KARYA
ILMIAH
BAHASA KARYA TULIS ILMIAH
Syarat Kebahasaan
a. Baku
Struktur bahasa
yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku baik mengenai
struktur kalimat maupun kata. Demikian juga, pemilihan kata/istilah, dan penulisan
sesuai dengan kaidah ejaan.
b. Logis
Ide atau pesan
yang disampaikan melalui bahasa Indonesia ragam ilmiah dapat diterima akal.
c. Kuantitatif
Keterangan yang dikemukakan dalam tulisan dapat diukur secara pasti.
d. Tepat
Ide yang
diungkapkan harus sesuai dengan ide yang dimaksudkan oleh penutur atau penulis
dan tidak mengandung makna ganda.
e. Denotatif
Kata vang
digunakan dipilih sesuai dengan arti sesungguhnya dan tidak melibatkan perasaan
karena sifat ilmu itu objektif
f. Ringkas
Ide dan gagasan
diungkapkan dengan kalimat pendek sesuai dengan kebutuhan, pemakaian kata
seperlunya, tidak berlebihan. tetapi isinya bernas
g. Runtun
Ide diungkapkan
secara teratur sesuai dengan urutan dan tingkatannya baik dalam kalimat maupun
dalam paragraf.
EJAAN
Lingkup Pembahasan Ejaan
Lingkup
pembahasan dalam ejaan meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. pemakaian
huruf
2. pemakaian
huruf kapital dan huruf miring
3. penulisan
kata
4. penulisan
unsur serapan
5. pemakaian
TATA KALIMAT
- Definisi
Kalimat :satuan
bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran
yang utuh. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan
keras lembut, disela jeda, dan diakhiri intonasi akhir. Dalam wujud tulisan,
kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda
tanya (?), atau tanda seru (!). (Alwi, dkk., 1998:311).
B.
Fungsi dalam Komunikasi
Fungsi kalimat : menyampaikan pesan.
Unsur-Unsur Komunikasi:
1) Pengirim,
2) Penerima, 3) Sarana
c. Pengaruh bahasa daerah
Contoh:
- Pengangkatan
Pegawai negeri itu belum ada surat keputusannya
d. Pengaruh bahasa asing
Contoh:
- My name is
Andi (nama saya adalah Andi)
e. Kalimat Rancu
Contoh:
Diperlebarkan :
dilebarkan/diperlebar
f. Kalimat Taksa
Kalimat yang memiliki makna lebih dari satu
(konotatif)
Contoh:
- Lukisan
Jamilah dipajang juga dalam pameran itu.
g. Kalimat Tidak Lengkap
Kalimat lengkap sekurang-kurangnya harus
memiliki S dan P dan berintonasi selesai
Contoh:
- Jika
tidak ada dukungan masyarakat tidak akan terwujud
h. Kalimat Tidak Logis
Kalimat yang secara semantik tidak bisa
diterima akal.
Contoh:
- Yang
kencing di WC itu harus disiram
i. Kalimat Mubazir/Pleonastis
Kalimat yang menggunakan kata atau
kelompok kata yang berlebihan
Contoh:
Banyak kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan semaunya tanpa aturan
j. Variasi Kalimat
PENGEMBANGAN
PARAGRAF
•
Yang dimaksud dengan pola pengembangan adalah bentuk pengembangan
kalimat utama ke dalam kalimat-kalimat penjelas.
•
Pengembangan paragraf mencakup dua persoalan utama, yakni:
1.
Kemampuan merinci gagasan utama paragraf ke dalam gagasan-gagasan penjelas.
2.
Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan penjelas kedalam gagasan-gagasan
penjelas.
1. Paragraf Narasi
Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian
sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri kejadian yang
diceritakan itu. Dalam paragraf narasi terdapat tiga unsur utama yaitu
tokoh-tokoh, kejadian, dan latar ruang atau waktu.
2.Paragraf Deskripsi
•
Paragraf deskripsi adalah jenis paragraf yang menggambarkan sesuatu
dengan jelas dan terperinci. Pola pengembangan paragraf deskripsi, antara lain,
meliputi pola pengembangan spasial dan pola sudut pandang.
3.Paragraf Eksposisi
Paragraf eksposisi adalah paragraf yang
memaparkan atau menerangkan suatu hal atau objek.
terdapat tiga pola pengembangan paragraf
eksposisi, yakni dengan cara proses, sebab dan akibat, serta ilustrasi.
4. PARAGRAF ARGUMENTASI
• Argumentasi bermakna ‘alasan’.
Argumentasi berarti pemberian alasan yang kuat dan meyakinkan. Dengan demikian,
paragraf argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan alasan, contoh, dan
bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan
• Dalam beberapa hal memang terdapat
beberapa persamaan antara paragraf-paragraf eksposisi, dengan paragraf
argumentasi.
A. Persamaan Paragraf Argumentasi dan Eksposisi
• 1) Argumentasi dan eksposisi
sama-sama menjelaskan pendapat, gagasan dan keyakinan kita.
• 2) Argumentasi dan eksposisi
sama-sama memerlukan fakta yang diperkuat atau dipenjelas dengan angka, peta,
grafik, diagram, gambar, dan lain-lainnya.
• 3) Argumentasi dan eksposisi
sama-sama memerlukan analisis dan sintesis dalam pembahasannya.
• 4) Argumentasi dan eksposisis
sama-sama menggali idenya dari:
a) pengalaman,
b) pengamatan dan penelitian,
c) sikap dan keyakinan.
b. Perbedaan Paragraf Argumentasi dan Eksposisi
1) Tujuan eksposisi hanya
menjelaskan dan menerangkan sehingga pembaca memperoleh informasi yang
sejelas-jelasnya. Argumentasi bertujuan untuk mempengaruhi pembaca sehingga
pembaca menyetujui bahwa pendapat, sikap dan keyakinan kita benar.
2) Eksposisi menggunakan contoh,
grafik, dan lain-lainnya untuk menjelaskan sesuatu yang kita kemukakan.
Argumentasi memberi contoh, grafik, dan lain-lainnya untuk membuktikan bahwa
sesuatu yang kita kemukakan itu benar.
3) Penutup pada akhir eksposisi
biasanya menegaskan lagi dari sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya.
4) Penutup pada akhir argumentasi
biasanya berupa kesimpulan atas sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya.
SYARAT-SYARAT DALAM PENGEMBANGAN PARAGRAF
- Kepaduan
Koheresi
Setiap paragraf haruslah merupakan kumpulan
kalimat yang saling berhubungan secara padu, tidak berdiri sendiri atau
terlepas satu sama lain. Setiap kalimatnya mempunyai hubungan timbal balik
serta secara bersama-sama membahas satu gagasan utama.
- Kesatuan
Pikiran
Selain kepaduan, persyaratan yang baik adalah
kesatuan. Kesatuan adalah tiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran
yang diwujudkan dalam kalimat utama. Kalimat utama yang di awal paragraf
(deduktif), kalimat utama yang di akhir paragraf (induktif). Ciri-cirinya yaitu
kalimat utama dapat dibuat lengkap dan berdiri sendiri tanpa memerlukan kata
penghubung, baik kata penghubung antarkalimat maupun intrakalimat.
- Kelengkapan
Paragraf
Sebuah paragraf dapat dikatakan lengkap apabila di
dalamnya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjuk pokok
pikiran atau kalimat utama. Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan
berupa rincian, keterangan , contoh, dan lain-lain. Kelengkapan paragraf
berhubungan dengan cara mengembangkan paragraf. Paragraf dapat dikembangkan
dengan cara, pertentangan, perbandingan, analogi, contoh, sebab akibat,
definisi, dan klasifikasi.
TEKNIK PENULISAN ILMIAH
PENGUTIPAN
HAKIKAT PENGUTIPAN
•
Mengakui dan menghargai
karya orang lain
•
Meminjam gagasan, pendapat,
ide, atau informasi orang lain
•
Merefleksikan kejujuran dan
keobjektifan penulis
•
Ada pada bagian Kajian
Pustaka/Teori
RAMBU-RAMBU DALAM MENGUTIP
- Mengutip sehemat-hematnya
- Mengutip bila perlu saja
- Mengutip dari sumber primer
- Boleh mengemukakan kembali ide, pendapat dan
kesimpulan orang lain, asal dengan bahasa sendiri (parafrase).
Terlalu banyak kutipan, bisa mengganggu kelancaran
bahasa.
TEKNIK MENGUTIP
KUTIPAN LANGSUNG PANJANG
- lebih dari 4 baris (40 kata),
tetapi tidak melebihi ½-1 halaman
- Bila >1 halaman masukkan dalam lampiran
- tidak ditulis di antara tanda petik
- tidak dijalin dalam teks
- ada tempat tersendiri dalam alinea baru
- diketik dengan jarak baris satu spasi
- pada garis tepi baru dengan jarak 4 ketukan
dengan indensisasi 7 ketukan dari garis tepi atau 3 ketukan dari garis
tepi baru
- harus memakai superskrip footnote
- pada footnote harus disebutkan sumber kutipan
KUTIPAN LANGSUNG PENDEK
•
tidak melibihi 4 baris ketukan
•
dijalin dalam teks
•
diberi tanda kutip atau
tanda petik di antara bahan yang dikutip
•
bila terpaksa > 4 baris, sebaiknya
digunakan paraphrase
TEKNIK PENULISAN CATATAN KAKI (FOOTNOTES)
•
Catatan kaki atau footnotes
berguna untuk menyatakan sumber suatu kutipan, pendapat, buah pikiran,
fakta-fakta atau ikhtiar. Juga termasuk
komentar megenai suatu hal yang dikemukakan dalam teks.
•
Nomor footnotes disesuaikan
dengan nomor kutipan. Tiap bab dimulai
dengan nomor 1
•
Menempatkan footnotes pada
halaman berikutnya tidak diperbolehkan.
•
Footnotes harus pada halaman
yang sama dengan kutipannya
•
Selanjutnya dikatakan bahwa
apabila seseorang telah ditangkap dan ditahan, tetapi ternyata tidak cukup
bukti bahwa yang bersangkutan melanggar hukum, pmaka praperadilan¹ Harus
memeriksa dan memutuskan nasib tersangka
PARAPHRASE PENDEK
- Terdiri dari 1 alinea atau kurang
- Yang baik dalam 1 alinea hanya berasal satu
sumber (bisa dibuat alinea pendek-pendek)
- Bila yang dikutip 2 sumber atau lebih, tetapi
sangat mirip, bisa di-paraphrased dalam 1 alinea dan sebutkan footnote
saja.
DAFTAR PUSTAKA/DAFTAR RUJUKAN
UNSUR
YANG DITULIS DALAM DAFTAR PUSTAKA
- Nama penulis, dengan
urutan: nama akhir, nama awal, dan
nama tengah, tanpa gelar akademik;
- tahun penerbitan;
- Judul, termasuk subjudul;
- Kota tempat penerbitan;
- Nama penerbit.
REFERENSI BERUPA BUKU
•
Rujukan dari Buku: Admiranto,
A. Gunawan. 2004. Tata Surya dan Alam
Semesta. Yogyakarta: Kanisius.
•
Rujukan dari Buku yang
Berisi Kumpulan Artikel atau Karya (Ada Editornya): Jabrohim (Ed.). 2001. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta:
Hanindita.
•
Rujukan dari Artikel dalam
Buku Kumpulan Artikel (Ada Editornya): Indriani,
Ratna. 2000. “Pendekatan Semiotis Sastra: Suatu Studi terhadap Sebuah Cerita Pendek”. Dalam E. K. M. Masinambow dan Rahayu S.
Hidayat (Ed.), Semiotik: Kumpulan Makalah Seminar. Depok: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Lembaga
Penelitian Universitas Indonesia
•
Rujukan dari Skripsi, Tesis,
Disertasi : Chotimah, Husnul. 2002. “Trauma dan Kecemasan Tokoh-Tokoh
Utama Novel Supernova: Ksatria,
Puteri, dan Bintang Jatuh Karya Dee: Semiotik.” Skripsi. Tidak dipublikasikan.
Surabaya: Fakultas Sastra Universitas Airlangga.
•
Rujukan dari Makalah
Seminar, Penataran, atau Lokakarya: Chasanah, Ida Nurul.
2004. “Representasi Zen Budhisme
dalam Novel Musashi
Episode Tanah dan Supernova Episode Akar:
Kajian Intertekstualitas”. Makalah
dipresentasikan dalam Konferensi
Internasional Kesusastraan
Indonesia HISKI 2004 di Hotel
Santika Manado, 25-27 Agustus 2004.
•
Rujukan dari Dokumen Resmi
Pemerintah yang Diterbitkan tanpa menyebutkan Nama Penulis atau Lembaga: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2004. Jakarta: PT. Gramedia
Pustaka Utama.
•
Rujukan Berupa Karya
Terjemahan : Ary, D., J.C.
Jacobs. Tanpa tahun. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terjemahan
oleh Arif Furhan. 1982. Surabaya:
Usaha Nasional.
•
ARTIKEL DAN MAKALAH
•
Artikel
ialah karya tulis lengkap ( pembuka, isi, penutup ) yang dimuat di jurnal
ilmiah, majalah, buletin, ataupun surat kabar.
JENIS-JENIS ARTIKEL
•
(1)
artikel hasil penelitian,
•
(2)
artikel non penelitian dan
•
(3)
artikel populer.
Makalah berasal dari
bahasa arab “ma qallatun” yang artinya sesuatu yang dibicarakan atau bahan yang
dibicarakan.
MEMPERSIAPKAN MAKALAH
Penulisan makalah melalui beberapa langkah yaitu :
1. Persiapan
2. Penyusunan kerangka
3. Pengumpulan bahan
4. Pengembangan makalah
5. Penyempurnaan makalah
Langkah mempersiapkan makalah dilalui dengan :
A. Mengidentifikasi sumber topik
B. Memilih topik
C. Membatasi topik
D. Merumuskan judul
E. Merumuskan tesis
PENYUNTINGAN
Tujuan
menyunting adalah untuk mempersiapkan naskah yang baik dan benar sebelum
diterbitkan, naskah tersebut biasanya berupa buku, surat kabar, majalah, tabloid,
dan sebagainya. kegiatan menyunting juga disebut dengan mengedit, orang yang
melakukan kegiatan tersebut disebut editor.
CARA MENYUNTING
- Membaca
naskah secara tuntas
- Menandai
bagian-bagian yang meragukan
- Editor
mengeksekusi naskah dengan memperbaiki beberapa temuan sebelumnya perbaikan
tersebut.
- Editor
berdiskusi dengan teman
sejawat, berkonsultasi dengan pakar
HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM KEGIATAN PENYUNTINGAN ISI
- Merevisi
atau memindahkan seluruh paragraf atau kalimat.
- Menambahkan
materi terbaru untuk mengurangi perbedaan dan menghapus materi asli
yang dianggap tidak bermanfaat.
- Mengorganisir
dan merestrukturisasi isi untuk meningkatkan aliran dan kejelasan bahasa.
- penulisan
istilah teknis dan rumus.
KALIMAT EFEKTIF
adalah kalimat yang secara jitu mewakili pikiran atau perasaan penulis
KESATUAN GAGASAN
®SUBJEK KALIMAT:Bagian kalimat yang menandai apa yang dinyatakan
penulis (bagian kalimat yang diterangkan
®PREDIKAT: Bagian kalimat yang menandai apa yang dinyatakan
penulis tentang subjek (bagian kalimat yang menerangkan)
®OBJEK: Bagian kalimat yang melengkapi kata kerja sebagai
®PELENGKAP: Bagian dari kalimat yang melengkapi kata kerja
agar predikatnya menjadi utuh
®KETERANGAN:Bagian kalimat yang tidak merupakan bagian inti
kalimat
KESEJAJARAN adalah penggunaan bentuk bahasa atau konstruksi bahasa
yang sama untuk menjaga
pemahaman dan fokus pembaca
Teknik Presentasi Efektif Metode
KUPAS
Kuasai
Ungkapkan
Peragakan
Ajukan pertanyaan
Simpulkan,
APA ITU PROPOSAL
PROPOSAL ADALAH Rancangan atau usulan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Yang bagaimanakah yang disebut proposal yang baik
• Komunikatif
• Logis
• Sistematis
• Lugas
PROPOSAL
PENELITIAN: Sebuah rencana atau rancangan
kegiatan ilmiah dalam bentuk
telaah keilmuan yang akan dilakukan oleh seseorang.
a.
Sampul usulan penelitian : SAMPUL = HALAMAN JUDUL
Memuat
:
- Judul
- Pernyataan keperluan
- Logo
- Nama penulis
- Nama lembaga
b.
Halaman pengesahan: Memuat :
- Judul usulan penelitian
- Peneliti dan anggota peneliti
- Biaya
- Tanda tangan pihak terkait
c.
JUDUL PENELITIAN: Judul merupakan pernyataan singkat dari topik yang dibahas dalam
laporan Fungsi utama judul adalah memberikan informasi/gambaran kepada pembaca
tentang penelitian
d.
Bidang ilmu/mata pelajaran : Berisi bidang ilmu atau mata pelajaran tertentu
sesuai dengan usulan penelitian
e.
Bidang kajian: Berisi bidang kajian tertentu sesuai dengan usulan penelitian
f.
Latar belakang: Mengungkapkan
berbagai persoalan yang menjadi perhatiannya secara teoretis dan konseptual
memuat :
a. kondisi ideal yang diharapkan
b. kondisi kenyataan
c.
fenomena data
d. bentuk pernyataan yang
jelas e. Alasan pemilihan
judul
g.
Rumusan masalah: Rumusan
masalah merupakan pernyataan tegas tentang masalah yang akan dikerjakan
h.
Tujuan penelitian: Sesuatu yang akan dicapai setelah kegiatan tertentu
dilaksanakan memuat pernyataan yang jelas tentang sesuatu yang akan dicapai
setelah kegiatan tertentu dilaksanakan
i.
Manfaat penelitian:Merupakan sesuatu kontribusi yang akan diberikan setelah
kegiatan tertentu dilaksanakan
j.
Kajian/telaah pustaka:Telaah yang dilaksanakan terhadap berbagai sumber untuk
memecahkan masalah
k. METODE PENELITIAN:Metode penelitian merupakan
cara-cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan penelitian
Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah
Artikel
Tulisan/karangan yang
bersifat utuh dalam surat kabar, majalah atau bentuk publikasi yang lain
(Hornby, 1980:43)
Ragam tulisan opini berbentuk
ringkas-padat dalam media masa cetak yang ditulis dari sudut pandang penulisnya
(Wibowo, 2006: xi & 6)
Artikel
Meliputi : Hasil penelitian, non-penelitian, & tinjauan buku
Ketentuan
Penulisan Umum
Hard copy & soft copy
Arial 11/12 atau Times New
Roman 12 pada kertas A4 (kuarto)
+/- 15 halaman, 1/5 atau 2
spasi Foot note hanya untuk info tambahan
Biodata
Jurnal
Ilmiah
Penerbitan berkala yang bisa
serupa majalah, koran, atau buletin yang diterbitkan oleh perguruan tinggi
(Wibowo, 2006: 23)
Periodikal atau jenis-jenis
publikasi yang mengikuti kaidah-kaidah keilmuan, yaitu berdasarkan teori dan
metode tertentu serta pemikiran yang logis
Sistematika Hasil Penelitian
Judul
Nama penulis (tanpa gelar
akademik) & asal instansi
Abstrak (+/- 60 kt): tujuan,
metode, & hasil/ kesimpulan (dalam Bhs Inggris untuk tulisan berbahasa
Indonesia dsb) & key words
Pendahuluan: latar belakang,
tinjauan pustaka, & tujuan penelitian
Metode
Hasil & pembahasan
Simpulan (saran)
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka
Hornby, A. S. 1980. Oxford
Advanced Learner’s Dictionary of Current English. Oxford: O.U.P.
Hardjana, Andre. 1983. Kritik
Sastra: Sebuah Pengantar. Jakarta: PT Gramedia.
Semi, Atar. 1984. Kritik
Sastra. Bandung: Penerbit Angkasa.
Wibowo, Wahyu. 2006. Berani
Menulis Artikel: Babak Baru Kita Menulis Artikel untuk Media Massa Cetak.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar