Kamis, 12 Agustus 2021

undang-undang kebahasaan

 

Undang – Undang Kebahasaan dan Nalar Kepatuhan

Pasal 28:

Bahasa Indonesia wajib  digunakan dalam pidato  resmi Presiden, Wakil  Presiden, dan

pejabat negara yang lain  yang disampaikan di dalam atau luar negeri

Pasal 29:

1. Bahasa Indonesia wajib  digunakan sebagai bahasa  pengantar dalam pendidikan  nasional

Pasal 33:

Bahasa Indonesia wajib digunakan  dalam komunikasi resmi di  lingkungan kerja pemerintah dan  swasta.

Pasal 35:

Bahasa Indonesia wajib digunakan  dalam penulisan karya ilmiah dan  publikasi karya ilmiah di Indonesia.

Pasal 37:

1.Bahasa Indonesia wajib  digunakan dalam informasi  tentang produk barang atau  jasa produksi dalam negeri  atau luar negeri yang  beredar di Indonesia.

2.Informasi sebagaimana  dimaksud pada ayat (1)  dapat dilengkapi dengan  bahasa daerah atau bahasa  asing sesuai dengan keperluan.

Pasal 39:

1.Bahasa Indonesia wajib digunakan  dalam informasi melalui media  massa.

 

MKU BAHASA INDONESIA

®Kepunahan Bahasa

®Ada sepuluh bahasa punah/mati setiap tahun (UNESCO): Akhir abad ke-18, di Australia ada 250 bahasa, saat ini tinggal 20-an; Brazilia telah kehilangan tiga perempat jumlah bahasa (sekitar 540 bahasa) sejak penjajahan Portugis (tahun 1530).

®UNESCO pada tahun 1999 menetapkan 21 Februari sebagai "International Mother Language Day".

®Sebab-sebab kepunahan bahasa, di antaranya:

          1. Penuturnya mati semua

2. Ditinggalkan penuturnya (karena terpaksa, karena bahasa lain diasosiasikan lebih maju dan modern

PEMBIDANGAN LINGUISTIK  1.Mikrolinguistik

                                                        2.Makrolinguistik

                                                        3. Sejarah Linguistik

APAKAH KARYA ILMIAH?

Serangkaian kegiatan penulisan berdasarkan hasil penelitian, yang sistematis, berdasarkan metode ilmiah untuk mendapatkan jawaban ilmiah terhadap permasalahan tertentu.

KARYA  TULIS  ILMIAH

Tulisan yang disusun dengan struktur tertentu.

ARTIKEL HASIL PENELITIAN

  • Artikel ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil pemikiran atas suatu obyek kajian yang berupa temuan penelitian
  • Ditulis setelah dan/atau ketika penelitian sedang dilaksanakan.
  • Isi tulisan merupakan bagian yang paling penting

RTIKEL KONSEPTUAL

  • Artikel ditulis berdasarkan hasil pemikiran atas suatu objek kajian berupa gagasan atau telaah dan analisis kritis.
  • Penulis harus terlebih dahulu mengkaji sumber pustaka yang relevan dengan permasalahan, baik yang sejalan maupun yang bertentangan dengan pemikiran penulis
  • Pemikiran penulis atau pendapat penulis tentang hal yang dibahas dalam artikel konseptual merupakan bagian yang paling penting

KERANGKA UTUH ARTIKEL                         

  • HASIL PENELITIAN Judul
  • Nama penulis
  • Abstrak & kata kunci
  • Pendahuluan
  • Metode
  • Hasil
  • Bahasan
  • Simpulan & saran
  • Referensi
  • Lampiran (jika ada)

KONSEPTUAL    

  • Judul
  • Nama penulis
  • Abstrak & kata kunci
  • Pendahuluan
  •  Bagian inti (judul sesuai dengan substansi)
  • Penutup
  • Referensi
  • Lampiran (jika ada)

PENYUSUNAN ARTIKEL KONSEPTUAL

          Judul

          Nama penulis

          Abstrak dan kata kunci   

          Bagian pendahuluan

          Bagian inti

          Bagian penutup

          Daftar pustaka

JENIS-JENIS WACANA ILMIAH

       Deskripsi : Menggambarkan hasil penginderaan shg dpt mempengaruhi emosi atau imajinasi pembaca

       Narasi : Mengisahkan peristiwa secara kronologis

       Eksposisi : Memberikan informasi, menjelaskan, dan menjawab pertanyaan apa, mengapa, di mana, kapan.

       ArgumentasI : Mengemukakan gagasan, pendapat atau ide untuk meyakinkan pembaca.

       Persuasi : Mempengaruhi, mengajak, atau menganjurkan melakukan sesuatu.

       Eksplanatif : Menerangkan suatu objek agar dapat dipahami pembaca.

       Prediktif : Memperhitungkan dan meramalkan kejadian yang akan terjadi berdasarkan analisis penulisnya.

       Preskriptif : Memberikan tuntunan kepada pembacanya sehingga tidak melakukan kesalahan

 

 

TAHAP-TAHAP  PENYUSUNAN KARYA ILMIAH

1.Tahap Persiapan.

®Pemilihan masalah / topik, mempertimbangkan.

®Pembatasan topik / penentuan judul.

 ®Pembuatan kerangka karangan (outline).

2.Tahap Pengumpulan data.

3.Tahap Pengorganisasian & pengonsepan.

 4.Pemeriksaan / Penyuntingan konsep (editing)

5.Penyajian.

GAYA DAN KEBAHASAAN DALAM TULISAN ILMIAH

KARAKTERISTIK BAHASA TULIS ILMIAH

1.BAHASA TULIS : ® Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat

            ® Pembentukan kata dilakukan secara sempurna

            ®Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap

            ®Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu.

2.BAHASA ILMIAH :® Bahasa baku (Indonesia – EYD)

®Logis

®Lugas
                ®Jelas

®Formal

®Objektif

®Konsisten

®Bertolak dari gagasan

 

MATERI AJAR MATA KULIAH TATA TULIS KARYA ILMIAH

BAHASA KARYA TULIS ILMIAH

Syarat Kebahasaan

a. Baku

                Struktur bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku baik mengenai struktur kalimat maupun kata. Demikian juga, pemilihan kata/istilah, dan penulisan sesuai dengan kaidah ejaan.

b. Logis

                Ide atau pesan yang disampaikan melalui bahasa Indonesia ragam ilmiah dapat diterima akal.

c. Kuantitatif

                Keterangan yang dikemukakan dalam tulisan dapat diukur secara pasti.

d. Tepat

                Ide yang diungkapkan harus sesuai dengan ide yang dimaksudkan oleh penutur atau penulis dan tidak mengandung makna ganda.

e. Denotatif

                Kata vang digunakan dipilih sesuai dengan arti sesungguhnya dan tidak melibatkan perasaan karena sifat ilmu itu objektif

f. Ringkas

                Ide dan gagasan diungkapkan dengan kalimat pendek sesuai dengan kebutuhan, pemakaian kata seperlunya, tidak berlebihan. tetapi isinya bernas

g. Runtun

                Ide diungkapkan secara teratur sesuai dengan urutan dan tingkatannya baik dalam kalimat maupun dalam paragraf.

EJAAN

Lingkup Pembahasan Ejaan

                Lingkup pembahasan dalam ejaan meliputi hal-hal sebagai berikut:

                1. pemakaian huruf

                2. pemakaian huruf kapital dan huruf miring

                3. penulisan kata

                4. penulisan unsur serapan

                5. pemakaian

TATA KALIMAT

  1. Definisi

                Kalimat :satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri intonasi akhir. Dalam wujud tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!). (Alwi, dkk., 1998:311).

B.      Fungsi dalam Komunikasi

Fungsi kalimat   : menyampaikan pesan.

Unsur-Unsur Komunikasi: 1) Pengirim,

2) Penerima, 3) Sarana

c. Pengaruh bahasa daerah

Contoh:

  1. Pengangkatan Pegawai negeri itu belum ada surat keputusannya

d. Pengaruh bahasa asing

Contoh:

  1. My name is Andi (nama saya adalah Andi)

e. Kalimat Rancu

Contoh:

Diperlebarkan   : dilebarkan/diperlebar

f. Kalimat Taksa

Kalimat yang memiliki makna lebih dari satu

(konotatif)

Contoh:

  1. Lukisan Jamilah dipajang juga dalam pameran itu.

g. Kalimat Tidak Lengkap

Kalimat lengkap sekurang-kurangnya harus

memiliki S dan P dan berintonasi selesai

Contoh:

  1. Jika tidak ada dukungan masyarakat tidak akan terwujud

h. Kalimat Tidak Logis

Kalimat yang secara semantik tidak bisa

diterima akal.

Contoh:

  1. Yang kencing di WC itu harus disiram

i. Kalimat Mubazir/Pleonastis

Kalimat yang menggunakan kata atau

kelompok kata yang berlebihan

Contoh:

Banyak kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan semaunya tanpa aturan

j. Variasi Kalimat

PENGEMBANGAN PARAGRAF

Pola Pengembangan Paragraf

      Yang dimaksud dengan pola pengembangan adalah bentuk pengembangan kalimat utama ke dalam kalimat-kalimat penjelas.

      Pengembangan paragraf mencakup dua persoalan utama, yakni:

                1. Kemampuan merinci gagasan utama paragraf ke dalam gagasan-gagasan penjelas.

                2. Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan penjelas kedalam gagasan-gagasan penjelas.

1. Paragraf Narasi
Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri kejadian yang diceritakan itu. Dalam paragraf narasi terdapat tiga unsur utama yaitu tokoh-tokoh, kejadian, dan latar ruang atau waktu.

2.Paragraf Deskripsi

      Paragraf deskripsi adalah jenis paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci. Pola pengembangan paragraf deskripsi, antara lain, meliputi pola pengembangan spasial dan pola sudut pandang.

3.Paragraf Eksposisi

Paragraf eksposisi adalah paragraf yang memaparkan atau menerangkan suatu hal atau objek.

terdapat tiga pola pengembangan paragraf eksposisi, yakni dengan cara proses, sebab dan akibat, serta ilustrasi.

4. PARAGRAF ARGUMENTASI

      Argumentasi bermakna ‘alasan’. Argumentasi berarti pemberian alasan yang kuat dan meyakinkan. Dengan demikian, paragraf argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan alasan, contoh, dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan

      Dalam beberapa hal memang terdapat beberapa persamaan antara paragraf-paragraf eksposisi, dengan paragraf argumentasi.

A. Persamaan Paragraf Argumentasi dan Eksposisi

      1) Argumentasi dan eksposisi sama-sama menjelaskan pendapat, gagasan dan keyakinan kita.

      2) Argumentasi dan eksposisi sama-sama memerlukan fakta yang diperkuat atau dipenjelas dengan angka, peta, grafik, diagram, gambar, dan lain-lainnya.

      3) Argumentasi dan eksposisi sama-sama memerlukan analisis dan sintesis dalam pembahasannya.

      4) Argumentasi dan eksposisis sama-sama menggali idenya dari:
a) pengalaman,
b) pengamatan dan penelitian,
c) sikap dan keyakinan.

b. Perbedaan Paragraf  Argumentasi dan Eksposisi

1) Tujuan eksposisi hanya menjelaskan dan menerangkan sehingga pembaca memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya. Argumentasi bertujuan untuk mempengaruhi pembaca sehingga pembaca menyetujui bahwa pendapat, sikap dan keyakinan kita benar.

2) Eksposisi menggunakan contoh, grafik, dan lain-lainnya untuk menjelaskan sesuatu yang kita kemukakan. Argumentasi memberi contoh, grafik, dan lain-lainnya untuk membuktikan bahwa sesuatu yang kita kemukakan itu benar.

3) Penutup pada akhir eksposisi biasanya menegaskan lagi dari sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya.

4) Penutup pada akhir argumentasi biasanya berupa kesimpulan atas sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya.

SYARAT-SYARAT DALAM PENGEMBANGAN PARAGRAF

  1. Kepaduan Koheresi

                Setiap paragraf haruslah merupakan kumpulan kalimat yang saling berhubungan secara padu, tidak berdiri sendiri atau terlepas satu sama lain. Setiap kalimatnya mempunyai hubungan timbal balik serta secara bersama-sama membahas satu gagasan utama.

  1. Kesatuan Pikiran

                Selain kepaduan, persyaratan yang baik adalah kesatuan. Kesatuan adalah tiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama. Kalimat utama yang di awal paragraf (deduktif), kalimat utama yang di akhir paragraf (induktif). Ciri-cirinya yaitu kalimat utama dapat dibuat lengkap dan berdiri sendiri tanpa memerlukan kata penghubung, baik kata penghubung antarkalimat maupun intrakalimat.

  1. Kelengkapan Paragraf

                Sebuah paragraf dapat dikatakan lengkap apabila di dalamnya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjuk pokok pikiran atau kalimat utama. Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan berupa rincian, keterangan , contoh, dan lain-lain. Kelengkapan paragraf berhubungan dengan cara mengembangkan paragraf. Paragraf dapat dikembangkan dengan cara, pertentangan, perbandingan, analogi, contoh, sebab akibat, definisi, dan klasifikasi.

TEKNIK PENULISAN ILMIAH

PENGUTIPAN

HAKIKAT PENGUTIPAN

          Mengakui dan menghargai karya orang lain

          Meminjam gagasan, pendapat, ide, atau informasi orang lain

          Merefleksikan kejujuran dan keobjektifan penulis

          Ada pada bagian Kajian Pustaka/Teori

RAMBU-RAMBU DALAM MENGUTIP

  • Mengutip sehemat-hematnya
  • Mengutip bila perlu saja
  • Mengutip dari sumber primer
  • Boleh mengemukakan kembali ide, pendapat dan kesimpulan orang lain, asal dengan bahasa sendiri (parafrase).

Terlalu banyak kutipan, bisa mengganggu kelancaran bahasa.

TEKNIK MENGUTIP

KUTIPAN LANGSUNG PANJANG

  1. lebih dari 4 baris (40 kata), tetapi tidak melebihi ½-1 halaman
  2. Bila >1 halaman masukkan dalam lampiran
  3. tidak ditulis di antara tanda petik
  4. tidak dijalin dalam teks
  5. ada tempat tersendiri dalam alinea baru
  6. diketik dengan jarak baris satu spasi
  7. pada garis tepi baru dengan jarak 4 ketukan dengan indensisasi 7 ketukan dari garis tepi atau 3 ketukan dari garis tepi baru
  8. harus memakai superskrip footnote
  9. pada footnote harus disebutkan sumber kutipan

KUTIPAN LANGSUNG PENDEK

          tidak melibihi 4 baris ketukan

          dijalin dalam teks

          diberi tanda kutip atau tanda petik di antara bahan yang dikutip

          bila terpaksa > 4 baris, sebaiknya digunakan paraphrase

TEKNIK PENULISAN CATATAN KAKI (FOOTNOTES)

          Catatan kaki atau footnotes berguna untuk menyatakan sumber suatu kutipan, pendapat, buah pikiran, fakta-fakta atau ikhtiar.  Juga termasuk komentar megenai suatu hal yang dikemukakan dalam teks. 

          Nomor footnotes disesuaikan dengan nomor kutipan.  Tiap bab dimulai dengan nomor 1

          Menempatkan footnotes pada halaman berikutnya tidak diperbolehkan. 

          Footnotes harus pada halaman yang sama dengan kutipannya 

          Selanjutnya dikatakan bahwa apabila seseorang telah ditangkap dan ditahan, tetapi ternyata tidak cukup bukti bahwa yang bersangkutan melanggar hukum, pmaka praperadilan¹ Harus memeriksa dan memutuskan nasib tersangka

PARAPHRASE PENDEK

  1. Terdiri dari 1 alinea atau kurang
  2. Yang baik dalam 1 alinea hanya berasal satu sumber (bisa dibuat alinea pendek-pendek)
  3. Bila yang dikutip 2 sumber atau lebih, tetapi sangat mirip, bisa di-paraphrased dalam 1 alinea dan sebutkan footnote saja.

 

DAFTAR PUSTAKA/DAFTAR RUJUKAN

UNSUR YANG DITULIS DALAM DAFTAR PUSTAKA

  1. Nama penulis, dengan urutan:  nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik;
  2. tahun penerbitan;
  3. Judul, termasuk subjudul;
  4. Kota tempat penerbitan;
  5. Nama penerbit.

REFERENSI BERUPA BUKU

          Rujukan dari Buku: Admiranto, A. Gunawan. 2004. Tata Surya dan Alam  Semesta. Yogyakarta: Kanisius.

          Rujukan dari Buku yang Berisi Kumpulan Artikel atau Karya (Ada Editornya): Jabrohim (Ed.). 2001. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita.

          Rujukan dari Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel (Ada Editornya): Indriani, Ratna. 2000. “Pendekatan Semiotis Sastra: Suatu Studi terhadap Sebuah   Cerita Pendek”.  Dalam E. K. M. Masinambow dan Rahayu S. Hidayat (Ed.),    Semiotik: Kumpulan Makalah Seminar. Depok: Pusat Penelitian               Kemasyarakatan dan Budaya Lembaga Penelitian Universitas Indonesia

          Rujukan dari Skripsi, Tesis, Disertasi : Chotimah, Husnul. 2002. “Trauma dan Kecemasan Tokoh-Tokoh Utama  Novel Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh Karya Dee: Semiotik.” Skripsi. Tidak dipublikasikan. Surabaya: Fakultas Sastra Universitas Airlangga.

          Rujukan dari Makalah Seminar, Penataran, atau Lokakarya: Chasanah, Ida Nurul.  2004.  “Representasi Zen Budhisme dalam Novel                 Musashi Episode Tanah dan Supernova Episode Akar:  Kajian                 Intertekstualitas”.  Makalah  dipresentasikan dalam       Konferensi          Internasional Kesusastraan Indonesia HISKI 2004 di                Hotel Santika     Manado, 25-27 Agustus 2004.

          Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan tanpa menyebutkan Nama Penulis atau Lembaga: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2004.  Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

          Rujukan Berupa Karya Terjemahan :       Ary, D., J.C. Jacobs.  Tanpa tahun.  Pengantar Penelitian Pendidikan.                  Terjemahan oleh Arif Furhan.  1982.  Surabaya:  Usaha Nasional.

  

 

ARTIKEL DAN MAKALAH

       Artikel ialah karya tulis lengkap ( pembuka, isi, penutup ) yang dimuat di jurnal ilmiah, majalah, buletin, ataupun surat kabar.

JENIS-JENIS ARTIKEL

       (1) artikel hasil penelitian,

       (2) artikel non penelitian dan

       (3) artikel populer.

Makalah berasal dari bahasa arab “ma qallatun” yang artinya sesuatu yang dibicarakan atau bahan yang dibicarakan.

MEMPERSIAPKAN MAKALAH
Penulisan makalah melalui beberapa langkah yaitu  :
1. Persiapan
2. Penyusunan kerangka
3. Pengumpulan bahan
4. Pengembangan makalah
5. Penyempurnaan makalah
Langkah mempersiapkan makalah dilalui dengan :
A. Mengidentifikasi sumber topik
B. Memilih topik
C. Membatasi topik
D. Merumuskan judul
E. Merumuskan tesis

PENYUNTINGAN

        Tujuan menyunting adalah untuk mempersiapkan naskah yang baik dan benar sebelum  diterbitkan, naskah tersebut biasanya berupa buku, surat kabar, majalah, tabloid, dan sebagainya. kegiatan menyunting juga disebut dengan mengedit, orang yang melakukan kegiatan tersebut disebut editor.

CARA MENYUNTING

  1. Membaca naskah secara tuntas
  2. Menandai bagian-bagian yang meragukan
  3.  Editor mengeksekusi naskah dengan memperbaiki beberapa temuan sebelumnya perbaikan tersebut.
  4. Editor berdiskusi dengan teman sejawat, berkonsultasi dengan pakar

HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM KEGIATAN  PENYUNTINGAN ISI

    • Merevisi atau memindahkan seluruh paragraf atau kalimat.
    • Menambahkan materi terbaru untuk mengurangi perbedaan dan menghapus materi asli yang  dianggap tidak bermanfaat.
    • Mengorganisir dan merestrukturisasi isi untuk meningkatkan aliran dan kejelasan bahasa.
    • penulisan istilah teknis dan rumus.

KALIMAT EFEKTIF

adalah kalimat yang secara jitu mewakili pikiran atau perasaan penulis

KESATUAN GAGASAN

®SUBJEK KALIMAT:Bagian kalimat yang menandai apa yang dinyatakan penulis (bagian kalimat yang diterangkan

®PREDIKAT: Bagian kalimat yang menandai apa yang dinyatakan penulis tentang subjek (bagian kalimat yang menerangkan)

®OBJEK: Bagian kalimat yang melengkapi kata kerja sebagai

®PELENGKAP: Bagian dari kalimat yang melengkapi kata kerja agar predikatnya menjadi utuh

®KETERANGAN:Bagian kalimat yang tidak merupakan bagian inti kalimat

KESEJAJARAN adalah penggunaan bentuk bahasa atau konstruksi bahasa yang sama untuk menjaga pemahaman dan fokus pembaca

Teknik Presentasi Efektif Metode KUPAS

Kuasai

Ungkapkan

Peragakan

Ajukan pertanyaan

Simpulkan,

APA ITU PROPOSAL   

               

PROPOSAL ADALAH Rancangan atau usulan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Yang bagaimanakah yang disebut proposal yang baik

       Komunikatif

       Logis

       Sistematis

       Lugas

PROPOSAL PENELITIAN: Sebuah rencana atau rancangan kegiatan ilmiah dalam bentuk telaah keilmuan  yang akan dilakukan oleh seseorang.

a. Sampul usulan penelitian : SAMPUL = HALAMAN JUDUL

Memuat :

  1. Judul
  2. Pernyataan keperluan
  3. Logo
  4. Nama penulis
  5. Nama lembaga

b. Halaman pengesahan: Memuat :

  1. Judul usulan penelitian
  2. Peneliti dan anggota peneliti
  3. Biaya
  4. Tanda tangan pihak terkait

c. JUDUL PENELITIAN: Judul merupakan pernyataan singkat dari topik yang dibahas dalam laporan Fungsi utama judul adalah memberikan informasi/gambaran kepada pembaca tentang penelitian

d. Bidang ilmu/mata pelajaran : Berisi bidang ilmu atau mata pelajaran tertentu sesuai dengan usulan penelitian

e. Bidang kajian: Berisi bidang kajian tertentu sesuai dengan usulan penelitian

f. Latar belakang: Mengungkapkan berbagai persoalan yang menjadi perhatiannya secara teoretis dan konseptual memuat :

                a. kondisi ideal yang diharapkan

                b. kondisi kenyataan

                c. fenomena data

                d. bentuk pernyataan yang jelas e. Alasan pemilihan judul

g. Rumusan masalah: Rumusan masalah merupakan pernyataan tegas tentang masalah yang akan dikerjakan

h. Tujuan penelitian: Sesuatu yang akan dicapai setelah kegiatan tertentu dilaksanakan memuat pernyataan yang jelas tentang sesuatu yang akan dicapai setelah kegiatan tertentu dilaksanakan

i. Manfaat penelitian:Merupakan sesuatu kontribusi yang akan diberikan setelah kegiatan tertentu dilaksanakan

j. Kajian/telaah pustaka:Telaah yang dilaksanakan terhadap berbagai sumber untuk memecahkan masalah

k.  METODE PENELITIAN:Metode penelitian merupakan cara-cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan penelitian

Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah

Artikel

*      Tulisan/karangan yang bersifat utuh dalam surat kabar, majalah atau bentuk publikasi yang lain (Hornby, 1980:43)

*      Ragam tulisan opini berbentuk ringkas-padat dalam media masa cetak yang ditulis dari sudut pandang penulisnya (Wibowo, 2006: xi & 6)

Artikel Meliputi : Hasil penelitian, non-penelitian, & tinjauan buku

Ketentuan Penulisan Umum

*      Hard copy & soft copy

*      Arial 11/12 atau Times New Roman 12 pada kertas A4 (kuarto)

*      +/- 15 halaman, 1/5 atau 2 spasi Foot note hanya untuk info tambahan

*      Biodata

Jurnal Ilmiah

*      Penerbitan berkala yang bisa serupa majalah, koran, atau buletin yang diterbitkan oleh perguruan tinggi (Wibowo, 2006: 23)

*      Periodikal atau jenis-jenis publikasi yang mengikuti kaidah-kaidah keilmuan, yaitu berdasarkan teori dan metode tertentu serta pemikiran yang logis

 

Sistematika Hasil Penelitian

*      Judul

*      Nama penulis (tanpa gelar akademik) & asal instansi

*      Abstrak (+/- 60 kt): tujuan, metode, & hasil/ kesimpulan (dalam Bhs Inggris untuk tulisan berbahasa Indonesia dsb) & key words

*      Pendahuluan: latar belakang, tinjauan pustaka, & tujuan penelitian

*      Metode

*      Hasil & pembahasan

*      Simpulan (saran)

*      Daftar Pustaka

Daftar Pustaka

*      Hornby, A. S. 1980. Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English. Oxford: O.U.P.

*      Hardjana, Andre. 1983. Kritik Sastra: Sebuah Pengantar. Jakarta: PT Gramedia.

*      Semi, Atar. 1984. Kritik Sastra. Bandung: Penerbit Angkasa.

*      Wibowo, Wahyu. 2006. Berani Menulis Artikel: Babak Baru Kita Menulis Artikel untuk Media Massa Cetak. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Proposal penelitian diare yang terjadi dimasyarakat

                                                                      BAB I PENDAHULUAN ...