Pendidikan karakter
Pendidikan
karakter merupakan usaha sadar yang terencana dan terarah melalui lingkungan
pembelajaran untuk tumbuh kembangnya seluruh potensi manusia yang memiliki
watak berkepribadian baik, bermoral-berakhlak, dan berefek positif konstruktif
pada alam dan masyarakat.
Pengertian pendidikan karakter sendiri dapat dipahami dari
tiap-tiap katanya secara terpisah. Pendidikan merupakan proses pembelajaran
kebiasaan, keterampilan, dan pengetahuan manusia yang diteruskan dari generasi
sebelumnya kepada generasi berikutnya. Sementara itu, karakter merupakan
akumulasi watak, sifat, dan kepribadian individu yang mengarah pada keyakinan
dan kebiasaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Tanpa meninggalkan pengertiannya masing-masing, dapat dipahami
bahwa pendidikan karakter adalah usaha yang terencana untuk membangun karakter
individu agar nantinya menjadi pribadi yang bermanfaat baik untuk diri sendiri
maupun orang banyak.
fungsi pendidikan
karakter :
1.
Fungsi pembentukan dan pengembangan potensi
Agar perserta didik mampu mengembangkan potensi dalam dirinya untuk berpikir
baik, berhati nurani baik, berperilaku baik, dan berbudi luhur.
2.
Fungsi untuk penguatan dan perbaikan
Memperbaiki dan menguatkan peran individu, keluarga, satuan pendidikan,
masyarakat, dan pemerintah untuk melaksanakan tanggung jawabnya dan
berpartisipasi dalam mengembangkan potensi kelompok, instansi, atau masyarakat
secara umum.
3.
Fungsi penyaring
Pendidikan karakter digunakan agar masyarakat dapat memilih dan
memilah budaya bangsa sendiri, dapat menyaring budaya bangsa lain yang tidak
sesuai dengan nilai-nilai karakter dan budaya bangsa sendiri yang berbudi
luhur.
Lantas,
nilai-nilai budaya bangsa yang berbudi luhur itu yang seperti apa? Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan nilai-nilai pendidikan karakter
sebagai prioritas pengembangan Penguatan Pendidikan Karakter. Dan lima karakter
utama yang turut menetukan pentingnya pendidikan karakter yaitu:
1. Religius
Diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama
dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan lain
Nasionalis
Ditunjukkan melalui apresiasi budaya bangsa sendiri,
menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku,
dan agama
3. Integritas
Meliputi sikap tanggung jawab, konsistensi tindakan
dan perkataan yang berdasarkan kebenaran, menghargai martabat
individu, serta mampu menunjukkan keteladanan
4. Mandiri
Menjadi pembelajar sepanjang hayat, mempergunakan
segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi, dan
cita-cita
5. Gotong royong
Diharapkan peserta didik menunjukkan sikap menghargai
sesama, dapat bekerja sama, inklusif, tolong menolong, memiliki empati dan
rasa solidaritas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar