1.
Mastering The Instructional Design
Process.
William
J. Rothwell Dan H. C. Kazanas
Bidang desain instruksional dikaitkan dengan menganalisis masalah performansi manusia secara sistematis, mengidentifikasi akar penyebab masalah tersebut, mempertimbangkan berbagai solusi untuk mengatasi akar penyebab, dan menerapkan solusi dengan cara yang dirancang untuk meminimalkan konsekuensi yang tidak diinginkan dari tindakan korektif. Desain instruksional biasanya meliputi banyak hal bukan hanya persiapan kerja terkait instruksi tetapi juga pemilihan seperti noninstructional (manajemen) solusi untuk masalah performansi manusia sebagai persiapan dan penggunaan alat bantu kerja, desain ulang struktur organisasi dan hubungan pelaporan, desain ulang pekerjaan dan tugas, memfokuskan kembali metode seleksi karyawan, rekayasa ulang metode umpan balik pekerjaan dan tugas yang berhubungan, dan desain dan implementasi program penghargaan karyawan. (Edmonds, Branch, dan Mukherjee, 1990; Jacobs , 1987; Rothwell , 1996a , 1996b )
2.
Berikut
Adalah Langkah Pengembangan Desain Instruksional
Dick
Dan Carey
1.
Identifikasi Tujuan (Identity
Instructional Goal(s)).
Tahap awal model ini adalah menentukan apa yang
diinginkan agar pebelajar dapat melakukannya ketika mereka telah menyelesaikan
program Instruksional. Tujuan Instruksional mungkin dapat diturunkan dari
daftar tujuan, dari analisis kinerja (performance analysis), dari penilaian
kebutuhan (needs assessment), dari pengalaman praktis dengan kesulitan belajar
pebelajar, dari analisis orang-orang yang melakukan pekerjaan (Job Analysis),
atau dari persyaratan lain untuk instruksi baru.
2.
Melakukan Analisis Instruksional (Conduct
Instructional Analysis).
Langkah ini, pertama mengklasifikasi tujuanke dalam
ranah belajar Gagne, menentukan langkah-demi-langkah apa yang dilakukan orang
ketika mereka melakukan tujuan tersebut (mengenali keterampilan bawahan /
subordinat). Langkah terakhir dalam proses analisis Instruksional adalah untuk
menentukan keterampilan, pengetahuan, dan sikap, yang dikenal sebagai perilaku
masukan (entry behaviors), yang diperlukan peserta didik untuk dapat memulai
Instruksional. Peta konsep akan menggambarkan hubungan di antara semua
keterampilan yang telah diidentifikasi.
3.
Analisis Pembelajar dan Lingkungan
(Analyze Learners and Contexts).
Langkah ini melakukan analisis pembelajar, analisis
konteks di mana mereka akan belajar, dan analisis konteks di mana mereka akan
menggunakannya. Keterampilan pembelajar, pilihan, dan sikap yang telah dimiliki
pembelajar akan digunakan untuk merancang strategi Instruksional.
4.
Merumuskan Tujuan Performansi (Write
Performance Objectives).
Pernyataan-pernyataan tersebut berasal dari keterampilan
yang diidentifikasi dalam analisis Instruksional, akan mengidentifikasi
keterampilan yang harus dipelajari, kondisi di mana keterampilan yang harus
dilakukan, dan kriteria untuk kinerja yang sukses.
5.
Pengembangan Tes Acuan Patokan (Develop
Assessment Instruments).
Berdasarkan tujuan performansi yang telah ditulis,
langkah ini adalah mengembangkan butir-butir penilaian yang sejajar (tes acuan
patokan) untuk mengukur kemampuan siwa seperti yang diperkirakan dari tujuan.
Penekanan utama berkaitan diletakkan pada jenis keterampilan yang digambarkan
dalam tujuan dan penilaian yang diminta.
6.
Pengembangan Siasat Instruksional (Develop
Instructional Strategy).
Bagian-bagian siasat Instruksional menekankan komponen
untuk mengembangkan belajar pebelajar termasuk kegiatan praInstruksional,
presentasi isi, partisipasi peserta didik, penilaian, dan tindak lanjut
kegiatan.
7.
Pengembangan atau Memilih Material
Instruksional (Develop and Select Instructional Materials).
Ketika kita menggunakan istilah bahan Instruksional
kita sudah termasuk segala bentuk Instruksional seperti panduan guru, modul,
overhead transparansi, kaset video, komputer berbasis multimedia, dan halaman
web untuk Instruksional jarak jauh. maksudnya bahan memiliki konotasi.
8.
Merancang dan Melaksanakan Penilaian
Formatif (Design and Conduct Formative Evaluation of Instruction).
Ada tiga jenis evaluasi formatif yaitu penilaian
satu-satu, penilaian kelompok kecil, dan penilaian uji lapangan. Setiap jenis
penilaian memberikan informasi yang berbeda bagi perancang untuk digunakan
dalam meningkatkan Instruksional. Teknik serupa dapat diterapkan pada penilaian
formatif terhadap bahan atau Instruksional di kelas.
9.
Revisi Instruksional (Revise Instruction).
Strategi Instruksional ditinjau kembali dan akhirnya semua
pertimbangan ini dimasukkan ke dalam revisi Instruksional untuk membuatnya
menjadi alat Instruksional lebih efektif.
10.
Merancang dan Melaksanakan Evaluasi
Sumatif (Design And Conduct Summative Evaluation).
Hasil-hasil pada tahap di atas dijadikan dasar untuk
menulis perangkat yang dibutuhkan. Hasil perangkat selanjutnya divalidasi dan
diujicobakan di kelas/ diimplementasikan di kelas dengan evaluasi sumatif.
3. Model Kemp
Model desain sistem
instruksional yang dikembangkan oleh Kemp merupakan model yang membentuk
siklus. Menurut Kemp pengembangan desain sistem pembelajaran terdiri atas
komponen-komponen, yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, tujuan dari
berbagai kendala yang timbul.
Model sistem
instruksional yang dikembangkan Kemp ini tidak ditentukan dari komponen mana
seharusnya guru memulai proses pengembangan. Mengembangkan sistem
instruksional, menurut Kemp dari mana saja bisa, asal saja urutan komponen
tidak diubah, dan setiap komponen itu memerlukan revisi untuk mencapai hasil
yang maksimal. Oleh karena itu model Kemp, dilihat dari kerangka sistem
merupakan model yang sangat luwes.
Komponen-komponen dalam
suatu desain instruksional menurut Kemp adalah:
a. Hasil
yang ingin dicapai;
b. Analisis
tes mata pelajaran;
c. Tujuan
khusus belajar;
d. Aktivitas
belajar;
e. Sumber
belajar;
f.
Layanan pendukung;
g. Evaluasi
belajar;
h. Tes
awal;
i.
Karakteristik belajar.
Kesembilan komponen itu
merupakan suatu siklus yang terus menerus direvisi setelah dievaluasi baik
evaluasi sumatife maupun formatife dan diarahkan untuk menentukan kebutuhan
siswa, tujuan yang ingin dicapai, prioritas dan berbagai kendala yang muncul.
Merupakan jawaban dari
pertanyaan :
1. Apa
yang harus dipelajari (tujuan)
2. Prosedur
dan sumber-sumber apa yang sesuai untuk mencapai tujuan (kegiatan dan sumber)
3. Bagaimana
kita tahu bahwa tujuan telah tercapai (evaluasi)
4. Perencanaannya
adalah sebagai berikut :
5. Tentukan
tujuan, daftar topic, rumusan tujuan umum dari setiap objek
6. Daftarlah
karakteristik siswa
7. Rumuskan
tujuan intruksional khusus
8. Daftarlah
isi materi yng menunjang tujuan
9. Kembangkan
pretes untuk mengetahui latar belakang pengetahuan siswa
10. Seleksi
kegiatan belajar mengajar dan sumber Pendidikan
11. Koordinasi
sarana yang mendukung
12. Evaluasi
hasil belajar
Kelebihan
:
a. Segala
kegiatan telah terpeinci
b. Dalam
penyampaian materi akan bisa disesuaikan dengan kemampuan siswa karena adanya
pre test
Kekurangan
:
a. Membutuhkan
waktu yang lama dalam perencanaan
b. Waktu
untuk penyampaian materi berkurang untuk pemberian pre test
4. BRIGGS
Pengembangan desain
intruksional model Briggs ini berorientasi pada rancangan sistem dengan sasaran
guru yang bekerja sebagai perancang atau desainer kegiatan intruksional maupun
tim pengembang intruksional yang anggotanya meliputi guru, administrator, ahli
bidang studi, ahli evaluasi, ahli media, dan perancang intruksional.
Model pengembangan
intruksional Briggs ini bersandarkan pada prinsip keselarasan antara a) tujuan
yang akan dicapai, b) strategi untuk mencapainya, dan c) evaluasi
keberhasilannya. Langkah pengembangan dimaksud dirumuskan kedalam 10 langkah
pengembangan yaitu :
1. Identifikasi
kebutuhan/penentuan tujuan
2. Penyusunan
garis besar kurikulum/rincian tujuan kebutuhan instruksional yang telah
dituangkan dalam tujuan-tujuan kurikulum tersebut pengujiannya harus dirinci,
disusun dan diorganisasi menjadi tujuan-tujuan yang lebih spesifik.
3. Perumusan
tujuan
4. Analisis
tugas/tujuan
5. Penyiapan
evaluasi hasil belajar
6. Menentukan
jenjang belajar
7. Penentuan
kegiatan belajar.
8. Pemantauan
bersama
9. Evaluasi
formatif
10. Evaluasi
sumatif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar